Warga Desa Banggae Tumpah, Protes Dipimpin Kepala Desa Terduga Selingkuh

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Sebagai bentuk protes mengetahui Kepala Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan keporgok anak dan menantunya sedang berduaan didalam kamar perempuan yang masih berstatus isteri orang pada 11 April 2020, masyarakat Desa terdiri laki-laki perempuan tua muda bahkan anak-anak tumpah ke Kantor Desa setempat menuntut BPD mencopot Muh.Saleh Tata dari jabatannya sebagai Kepala Desa

Saat unjuk rasa berlangsung, terdapat beberapa warga Desa kepada Topikterkini mengatakan bahwa sesungguhnya sudah lama curiga akan gerak gerik Kepala Desanya tetapi karena belum bisa dibuktikan sehingga masyarakat masih setuju Muh.Saleh menjadi Pemimpin

Namun setelah keporgok didalam kamar rumah yang diduga teman selingkuhnya, membuat masyarakat protes sekaligus tidak lagi menerima Muh.Saleh menjadi Pemimpin
Alasan warga adalah, Pemimpin sejatinya berusaha menjadi contoh yang baik, bijaksana dan jujur, bukan membohongi masyarakat
Informasi yang dihimpun di Desa Banggae menyebutkan bahwa pada malam ditemukannya Kepala Desa oleh anak dan menantunya, bertepatan acara dirumahnya tetapi kala itu ponsel milik Kepala Desa berdering menerima pesan

Dengan pesan kata sumber, sang Kepala Desa izin dari sejumlah keluarganya dengan alasan mau pertemuan di rumah salahseorang Kepala Dusunnya

Karena sudah lama dicurigai kemudian Kepala Dusun yang disebutnya, dihubungi, ternyata pembantu Bupati hanya alasan belaka, tidak ada pertemuan
Dengan demikian seperti tiga kali diberitakan media ini sebelumnya, 11 April 2020 sekitar pukul 22.00 wita, anak dan menantu Kepala Desa mendatangi rumah perempuan yang dicurigai teman selingkuhnya, ternyata benar

Sepeda motor miliknya sedang terparkir depan rumah dimaksud membuat kecurigaan semakin mendorong untuk membuktikan ayahnya berada dalam rumah
Depan pintu rumah, pemilik rumah yang dicurigai sebagai teman selingkuh menemuinya dan meyakinkan sang Kepala Desa tidak ada dalam kamar, tetapi karena sepeda motor menjadi petunjuk membuat anak dan menantu sepakat mendobrak pintu kamar, hasilnya benar Muh.Saleh keporgok didalam kamar
Entah apa yang dikerjakan didalam kamar rumah ìsteri orang sehingga merasa tidak puas dan mengancam sekaligus mengejar anak dan menantunya dengan badik terhunus
Untung karena sang anak dan menantu lari bagikan kilat mencari persembunyian sehingga malam itu tidak menjadi korban, kata sumber
Tidak puas gagal mengejar anak dan menantunya kata sumber kemudian sang Kepala Desa kembali kerumahnya masih mencari anak dan menantunya, terlihat sudah kalap tetapi lagi-lagi gagal, sang anak dan menantu belum kembali kerumahnya saat itu melainkan mendatangi Polsek setempat melaporkan ancaman pembunuhan

Sumber Topikterkini.id mengatakan bahwa J dg K ditinggalkan suaminya juga di Dusun Banggae akibat dugaan perselingkuhan

Peristiwa pengejaran anak dan menantunya dengan senjata tajam (badik) terhunus dibenarkan Babinsa setempat

Kepala Kepolisian Sektor Mangarabombang AKP Sudirman SH mengetahui kasus dugaan perselingkuhan dilakukan oknum Kepala Sesa atas laporan anak dan menantunya

Atas laporan tersebut kata Kapolsek, malam itu juga melakukan langkah antisipasi kemungkinan amukan massa dari keluarga istri Muh. saleh Dg. Tata dan keluarga dari suami J Dg K sehingga malam itu juga Kepala Desa dan perempuan terduga teman selingkuh secepatnya diserahkan ke Polres

Salah satu warga yang ikut melakukan unjuk rasa, Dg Sakking, Senin (13/4) berharap, polisi tidak membebaskan keduanya
Sementara warga lainnya, Abdul Rahman, minta Bupati Takalar, secepatnya membebaska oknum kades Banggae dari jabatannya
Selain itu mendesak anggota BPD segera bersikap terhadap tuntutan warga

Ketua BPD Banggae, Faisal, membenarkan adanya aspirasi warga dan menuntut oknum kades dipecat.

Namun Ketua BPD mengatakan bahwa tidak bisa serta merta dilakukan pemecatan, karena yang seperti itu, prosedur harus dilalui yakni laporan warga secara tertulis untuk segera ditindaklanjuti

Dihadapan ratusan pengunjuk rasa, Ketua BPD mengatakan bahwa, hasil Rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banggae disepakati mempertimbangkan tuntutan pencopotan ”Ms” sebagai Kepala Desa untuk merekomendasikan ke Bupati Takalar untuk diganti

Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Drs.Arsyad MM yang dikonfirmasi Via WhatsApp nya menulis smpai saat ini belum ada laporan resmi masuk dari Camatx. Tentu kalau sdh ada laporan resmi termasuk dari BPD, kita akan berikan sanksi sesuai aturan yg ada

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *