Untuk Menghindari Penularan Virus Corona, Unjuk Rasa Kedepan Sebaiknya Digelar Lewat Virtual Saja

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Jika semua komponen masyarakat disiplin tanpa kecuali mematuhi protokol kesehatan, Indonesia bisa terbebas dari penyebaran virus Corona.
Demikian Kapolres Takalar, Beny Murjayanto, saat Launching Aplikasi Penyampaian Aspirasi Secara Virtual Selasa 24/11
Dalam suasana pandemi saat ini, Beny Murjayanto menghimbau agar semua pihak mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan massa.
Betapa tidak karena hanya dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan, memungkinkan terhindar dari (penularan) Covid-19,” tegasnya.

Salah satu protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan selama pandemi covid-19, kata Beny adalah menghindari kerumunan, namun protokol tersebut kerap diabaikan masyarakat dengan beragam alasan

Bentuk pengabaian yang paling mencolok adalah dengan melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa.
Menerapkan jaga jarak ketika berdemonstrasi pun dapat dikatakan mustahil.
Akibatnya, entah berapa orang yang berpotensi menularkan atau tertular virus mematikan tersebut.

Kondisi inilah yang membuat Kepolisian Resor (Polres) Takalar menggagas sekaligus melaunching aksi unjuk rasa secara virtual (Daring) dengan sejumlah aktivis mahasiswa di Takalar.

Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto mengatakan, launching aksi unjuk rasa secara virtual ini bertujuan untuk menghindari kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 yang masih mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

Walau demikian Kapolres tidak melarang aktivis mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dihadapan umum, tetapi untuk menghindari kerumunan massa, Kapolres minta dengan hormat agar aksinya digelar lewat virtual saja.

Gagasan aksi unjuk rasa secara virtual tersebut kata Beny, adalah sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang tak henti-hentinya mengimbau kepada semua pihak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 sebagai upaya menghindari penularan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan (China)
Maggarisi Saiyye

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *