Tersangka Pencurian Kerbau, Hingga Kini Belum Berhasil Diringkus

  • Whatsapp

Takalar, TOPIKterkini.id – Kasus pencurian kerbau milik Bachtiar warga Dusun Bontosunggu Desa Pa’rapunganta Kecamatan Polombangkeng Utara Takalar terjadi sudah hampir setahun tepatnya pada 27 Aguatus tahun silam sekitar pukul 13.00 ketika itu dekat rumah korban.

Tetapi saat ini masih tetap menarik perhatian banyak orang. Persoalannya Nyapu Dg Bella dan Dg Sewang yang ditahan awal oleh Polres Takalar, padahal bukan terlapor. Pemilik kerbau, Bachtiar berulang ulang kali mengatakan bahwa yang ia laporkan ke Polres Takalar adalah oknum ketua DPRD, H.Jabir Bonto dan oknum anggota Polres Takalar, Gassing Taba sesuai laporannya no. Lp/238/VIII/2018/Spkt.

Alasan Bachtiar karena kerbau miliknya ia temukan didalam pagar rumah ketua DPRD 8 jam setelah kerbaunya dicuri tepatnya pada pukul 20.00 wita pada 27/08 tahun silam, sedangkan Gassing Taba dituding Jabir Bonto sebagai orang yang mengirim kerbau kepadanya.

Saat Bachtiar bersama sejumlah keluarganya menemukan kerbaunya didalam pagar rumah serba mewah itu, bertepatan H.Jabir Bonto sedang dirumahnya seraya mengaku kerbau tersebut baru saja usai ditambatkan, baru saja usai saya tambat tetapi kalau itu kerbaumu silahkan diambil, kata Bachtiar menirukan H.Jabir Bonto.

Pemilik Kerbau

Dengan demikian Bachtiar ingin melapor di polsek setempat waktu itu tetapi oleh petugas jaga takut sama H.Jabir
Setelah perbuatan memalukan ini ribut dimedia online maupun di surat kabar kemudian H.Jabir Bonto didampingi sepupunya yang juga anggota DPRD, Makmur Mustakim melakukan konferensi Pers di ruang rapat paripurna DPRD setempat.

Hari itu H. Jabir Bonto berkali kali mengatakan bahwa kehadiran kerbau milik bachtiar dirumahnya diluar sepengetahuannya, keberadaan kerbau tersebut H.Jabir tidak tau, katanya kala itu
Setelah perbuatan memalukan tersebut ribut dimedia onlie dan surat kabar, oknum polisi Gassing Taba datang di sekretariat PWI takalar menceritakan bahwa pagi pagi hari itu 27/08-2018 mengaku menyampaikan kepada H.Jabir Bonto melalui telepon seluler bahwa 3 ekor kerbau sedang tertambat dipinggir sungai tidak jauh dari rumah milik Bachtiar.

Setelah itu kata Gassing, H.Jabir Bonto menelepon ayahnya, H.Tambaru Lau kemudian berselang beberapa jam atau sekitar pukul 12.30 wita kata Gassing, H.Tambaru Lau datang bersama 3 orang lainnya masing masing ; Arsyad Nanring, nyapu dg bella, dg sewang dan dg lipung menemui Gassing Taba dirumahnya yang kebetulan berdampingan dengan rumah Bachtiar pemilik kerbau.

Oleh karena H.Tambaru Lau tidak tau tempat kerbau tertambat sehingga Gassing Taba pun menemaninya katanya. Ditempat kerbau katanya, H.Tambaru Lau tidak mengenal pasti kerbau tersebut miliknya, oleh karena itu Gassing Taba menyarankan sebaiknya di antar saja ke Polsek setempat. Namun kemudian kerbau tersebut ditemukan dirumah H.Jabir Bonto

6 bulan kemudian tepatnya pada bulan januari 2019 oleh Polres yang dikendalikan Gany Alamsyah Hatta, menetapkan 2 tersangka baru masing masing ; H.Tambaru Lau dan Gassing Taba, tetapi hingga saat ini keduanya belum juga ditahan

Kasat reskrim polres takalar, AKP Muhammad Warfa yang ditemui Beritasulsel diruang kerjanya 01/02 mengaku keduanya malakukan perlawanan pra peradilan tetapi oleh majelis hakim menolak gugatannya secara keseluruhan. Setelah gugatan pra peradilannya ditolak kemudian Polres melalui Kasat Reskrim memanggil yang bersangkutan tetapi bukannya datang mematuhi panggilan kata Muhammad Warfa, melainkan surat keterangan sakit yang diantar langsung dokternya.

Warfa mengaku H.Tambaru Lau dan Gassing Taba sudah dua kali menyampaikan surat keterangan sakit, sementara dalam ketentuan undang undang, tersangka hanya dua kali bisa menyampaikan surat keterangan sakit sehingga yang bersangkutan tidak ada lagi alasan mangkir dari panggilan.

Ketika ditanya perihal panggilan yang ketiga kalinya, yang bersangkutan masih mangkir, Warfa mengaku akan mengambil langkah pemanggilan paksa.

Informasi yang dihimpun di Polres Takalar menyebutkan bahwa H.Tambaru Lau dan Gassing Taba telah diupayakan dijemput paksa ” Polres Takalar sudah berusaha merimgkus baik
di rumahnya, baik di takalar maupun di makassar tetapi polres tidak berhasil”

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Muhammad Warfah yang dikonfirmasi yang kedua kalinya beberapa pekan lalu melalui WhatsApp nya, bukannya menjawab melainkan WhatsApp wartawan media online di blokir.

Kanit Idik II Reakrim Polres Takalar, Ipda Muhammad Hatta yang dikonfirmasi via ponselnya baru baru ini mengaku sudah berkali kali ingin memjemputan paksa tetapi H.Tambaru Lau tidak ditemukan lagi

Penulis : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *