Terkait Segelintir Waga Manuntut SK Pengangkatan Ilyas Dg.Sialle Dibatalkan Sebagai Imam Lingkungan Makammu I, DPRD Seyogianya Selektif/Obyektif

  • Whatsapp

Hasbullah Dg.Nuntung

Takalar Topikterkini.id, Persoalannya biang dari pergerakan menolak atau ingin membatalkan SK pengankatan Ilyas Dg.Sialle sebagai imam lingkungan, adalah warga lingkungan batu maccing dan lingkungan makammu II, sementara Ilyas Dg.Sialle adalah imam lingkungan makammu I
Sehingga sangat lucu serta sungguh ironis karena Yakob Dg.Kawang dan Mansyur Sahabu yang menjadi baiang penggerak menolak ingin membatalkan SK tersebut adalah warga lingkungan lain

Domisili keduanya bukan sebatas cerita tetapi Hasbullah Nuntung dan N. Dg.Gassing warga kelurahan bulukunyi mengengenal baik dan berani diangkat sumpah kalau kedua orang itu bukan warga lingkungan makammu I sehingga sangat tidak rasional menuntut SK tersebut dibatalkan

Oleh karena itu Hj.Nurdin ketua komisi I DPRD kabupaten takalar dan H.Abd.Haris Dg.Nassa yang dilapori seharusnya mengambil sikap selektif/obyektif meneliti dari mana orang yang menuntut dan kepada siapa yang dituntut, karena jika yang menuntut orang luar dari wilayah kerja yang dituntut kata Hasbullah sangatlah tidak rasional dan bisa dikatakan jangan sampai terselip didalamnya intres lain

Terlebih tugas pokok dan wewenang anggota DPRD bukan mencampuri pengangkatan imam lingkungan, melainkan membentuk peraturan daerah bersama-sama bupati, membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan belanja daerah yang diajukan oleh bupati dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD.

Hasbullah Nuntung bersama kebanyakan warga lingkungan makammu I mengatakan kalau yang dijadikan dasar menuntut sk tersebut dibatalkan karena Ilyas Dg.Sialle tidak mengambil formulir pendaftaran via panitia yang terbentuk saat itu, sama sekali tidak memenuhi unsur

Persoalannya adalah panitia pencalonan imam lingkungan tidak ada regulasi yang mengatur, baik perda, maupun peraturan pemerintah labih-lebih undang-undang, dan lagi-lagi panitia saat itu mencalonkan Haris Dg.Toro yang masih sah sebagai ketua BPD didesa lain (surulangi) hingga sampai batas waktu tugas panitia habis, yang bersangkutan belum juga menerima sk pemberhentian dari pejabat berkompeten (bupati)
Sedangkan SK pemberhentiannya sebagai ketua BPD diterima setelah
tugas panitia dinyatakan sudah habis dan tidak lagi dibentuk panitia

Jadi proses pencalonan diserahkan kepada pejabat yang berhak (imam kelurahan)

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa bukan seorang diri imam kelurahan yang mengusul calon imam lingkungan makammu I tetapi bersama dengan ketua LPM dan lurah setempat mengusulkan dua calon, Ilyas Dg.Sialle dan Haris Dg.Toro dan bukan asal cerita tetapi dibuktikan dengan surat seperti terlampir

Tetapi mungkin karena Ilyas Dg.Sialle dianggap cakap karena dengan pengalaman imam lingkungan kurang lebih 10 tahun sehingga ia yang dipilih pejabat berkompeten (camat)
Jadi menurur Hasbullah dan Dg.Gassing perihal pengangkatan Ilyas Dg.Sialle, tidak ada yang salah terlebih yang ambisi sk tersebut dibatalkan bukan warga lingkungan makammu I sehingga sangatlah tidak punya dasar hukum

Kecuali dalam mengemban tugasnya Ilyas Dg.Sialle punya pelanggaran yang memenuhi unsur diberhentikan tetapi harus melalui mekanisme, kata Hasbullah dan Dg.Gassing

Jika Yakob Dg.Kawang dan Mansyur Sahabu masih menjadi biang dari pergerakan menolak sk dimaksud, maka besar kemungkinan akan ada warga melapor kepada pihak yang berwajib dengan tuduhan menciptakan kerusuhan

Wakil ketua komisi I DPRD takalar, H.Abd.Haris Dg.Nassa yang ditemui diruang kerjanya baru-baru ini mengaku kalau anggota DPRD hanya sebatas memfalitasi atas aspirasi masyarakat tetapi keputusan ada dingan camat setempat

Hamzarh Siriwa (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *