Terkait PPJ, Pemda Dituding Bersenang Senang Diatas Penderitaan Rakyat

oleh -172 views

 

TAKALAR, TOPIKterkini.id – Tidak semua masyarakat Takalar yang merasa gampang membayar rekening listrik yang ia pakai setiap bulannya, namun kerena merupakan kewajiban baginya sehingga dari ratusan ribu Kepala Keluarga penghuni Takalar hanya dihitung jari yang kadang kadang menunggak rekening listriknya.

Terlebih Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang paket dengan rekeningnya membuat masyarakat lebih menambah bebannya.

Sementara Pemerintah Daerah Takalar senangnya hanya memungut uang rakyat dengan alasan pembayaran Pajak Penerangan Jalan.

Sedangkan kewajiban Pemerintah Daerah memberikan lampu penerangan jalan terabaikan, akibatnya muncul tudingan kalau Pemerintah Daerah ibarat bersenang senang diatas penderitaan rakyat.

Betapa tidak seperti beberapa kali diberitakan media ini sebelumnya bahwa uang rakyat tidak kurang dari Rp800jt lebih setiap bulannya dikeruk Pemerintah Daerah melalui PLN, tetapi tak diketahui manfaatnya

Sehingga kalau Pemerintah Daerah tetap tidak peduli akan manfaat uang rakyat, dia minta kepada DPRD setempat agar Perda yang mengatur PPJ segerah dicabut.

Alasan rakyat adalah ibarat membeli sesuatu wajib ada wujudnya seperti membeli pakaian ditoko atau dipasar, setor rupiah dapat celana atau baju. Tetapi untuk penerangan jalan, masyarakat menguras sakunya tetapi tidak menikmati penerangan jalanya.

Keculai lampu listrik yang dikeluarkan masyarakat depan rumahnya baru kelihatan penerangan jalan atau lampu kendaraan bermotor yang lalu lalang
Kepala Bidang Retribusi Pajak Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Jurahman yang dikonfirmasi wartawan baru baru ini diruanga kerjanya mengaku Rp800jt lebih uang rakyat digunakan untuk kegiatan pelaksanaan Pemerintahan termasuk pada pemeliharaan jalan

Penulis : Maggarisi Saiyye

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *