Tanah Garapan Mansyur Daeng Nai Secara Turun-temurun di Gugat OTK

  • Whatsapp
Tanah Garapan Mansyur Daeng Nai Secara Turun-temurun di Gugat OTK

TAKALAR – TOPIKTERKINI.ID : Setelah proses pembayaran ganti rugi tanah bendungan Pammukkulu Desa Kaleko’mara Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, muncul seorang tak dikenal mengklaim tanah yang dikuasai Mansyur Dg.Nai sejak turun temurun sebagai miliknya

Kepada TOPIKterkini, Mansyur mengakatan bahwa orng tak dikenal itu, bukan saja mengklaim tetapi juga mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Takalar melalui Advokat & Bantuan Hukum, Andi Maksim Akib SH, MH dan Andi Radianto SH

Mansyur mengaku tanahnya terletak di Dusun Buttadidia Desa Kaleko’mara, dahulu Desa Ko’mara Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar seperti dalam surat keterangan garapan No.045.2/SKG-DKK/VI/2015 yang diberikan Kepala Dusun Buttadidia, ABD.SALAM LIWANG diketahui Kepala Desa Kaleko’mara, ABD.JALIL JOWA luas kurang lebih 18.000 meter tetepi pada pemutahiran data wajib pajak, tanah yang dikuasai turun temurun dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) luasnya 19.465 meter berbatas dengan ;

Sebelah utara : S. Dg.Tayang
Sebelah timur : R. Dg.Ngalle
Sebelah selatan: S. Dg.Miri
Sebelah barat : H. Siama

Mansyur mengaku identitas penggugat dikenal setelah gugatannya diserahkan kepadanya bernama Gunawang Dg. Nawang, kabarnya berasal dari Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa saat ini beralamat di Dusun Bontomaka Desa Cakuran Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar tetapi kemudian mengaku memiliki tanah di Dusun Buttadidia Desa Kaleko’mara Kecamatan Polombangkeng Utara

Dalam gugatannya tertanggal 11 September 2019 yang ditunjukkan Mansyur kepada TOPIKterkini tertulis, penggugat mengaku memiliki tanah terletak, dahulu Desa Bulukunyi, saat ini Desa Kaleko’mara luas 2 Ha atau 20.000 meter bernomor 939.P2 persil P2, DIII kampung cakura no.37 tahun 1986 berbatas :

Sebelah utara : Sungai
Sebelah timur : Dg.Tayang
Sebelah selatan: Dg.Miri
Sebelah barat : Dg.Beta

Selain dalam gugatannya tertulìs tanah sengketa terletak diseberang sungai dan pada tahun 1986 tercatat desa cakura dan setelah pemekaran desa masuk wilayah desa kaleko’mara

Namun oleh Mansyur Dg.Nai mengatakan bahwa Desa Kaleko’mara hasil mekaran Desa Ko’mara, tidak ada wilayah Desa Cakura dialihkan kepada Desa Kaleko’mara

Penulis : Rahman Ta’le
Editor : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *