Tak Kerjakan Program yang Direncanakan, Kades Soreang Takalar di Duga Korupsi Dana Desa Tahun 2019

oleh -63 views

TOPIKTERKINI.ID – TAKALAR : Kepala Desa yang sadar akan jabatannya sebagai pengabdian, tentu selain se-hari-hari berusaha memperbaiki hubungan dengan masyarakatnya, juga dengan jujur menggunakan dana desa sepenuhnya untuk pembangunan seperti yang diprogramkan setiap musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Namun sampai saat ini masih kerap kali ditemukan di lapangan, kepala desa tak tau bahwa jabatannya adalah jabatan pengabdian sehingga melaksanakan pembangunan bertentangan dengan yang diprogramkan di musrenbang

Selain itu walau sesuatu yang harus diberikan kepada masyarakat, masih tetap juga dianggap sebagai miliknya

Seperti Kepala Desa Soreang Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Samuddin Dg.Se’re, selama menjabat kepala desa 5 tahun berjalan, selain tidak berbaur dengan masyarakatnya, alias sombong, juga tidak jujur alias curang tidak sepenuhnya menggunakan dana desa untuk kepentingan rakyat atau dikenal lebih mengutamakan kepentingan pribadinya memperkaya diri. ucap sumber.

Sumber media ini menyebutkan bahwa Rp.336.875.000,- yang diprogramkan kepala desa soreang untuk membiayai tiga paket proyek, masing-masing ; rumah singgah yang diprogramkan untuk dibangun dengan anggaran Rp.60.720.000,- tetapi hingga mei 2020 belum juga kelihatan

Demikian juga untuk pembangunan talud sepanjang jalan poros saulea-taipa dengan anggaran Rp.101.485.000,-, tetapi lagi-lagi sama dengan rumah singgah tak muncul juga, sumber menduga talud paket jalan beton yang dijadikan pertanggungan jawaban.

Sedangkan bedah rumah yang diprogramkan kepala desa soreang dengan anggaran Rp.174.670.000,-, diketahui dari sumber bukan dibiayai dana desa, tetapi proyek dinas sosial dan PU yang sudah ada dijadikan pertanggungan jawaban di LPJ

Kepala desa Soreang, Samuddin Dg.Se’re yang dikondirmasi diruang kerjanya 19/05/2020 membantah tak membangun rumah singgah

Awalnya rumah singgah katanya dibangun jauh dari posyandu dan TK/TPA, tetapi isteri bupati ingin rumah singgah harus berdekatan dengan posyandu dan TK/TPA, jadi dipindahkan dari tempat awal ketempat yang dikehendaki isteri bupati.

Soal talud, Samuddin mengaku membangun dan kelihatan sepanjang jalan
Demikian juga bedah rumah katanya selesai dengan baik atas biaya dana desa, bukan dibiayai dinas sosial dan PU.

(Red) bersambung

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *