SOSIALISASI DBD LEWAT JUMANTIK

  • Whatsapp

Takalar, TOPIKterkini.id – Sosialisasi Penyakit Demam Berdarah (DBD) yang dilaksanakan pihak Kepala Puskeamas Polombangkeng Selatan, menghadirkan para Kepala Desa dan Lurah serta kader kesehatan di kantor Puskesmas setempat 01/08

Dua narasumber dalam kegiatan tersebut masing masing ; dari Dinas Kesehatan Takalar, Mugshot S. Kep. NS dan Nirwana Kasim SKM, M. Kes.

Keduanya memberikan pemahaman tetang tatacara mengatasi
penularan penyakit DBD yakni, menguras, menutul dan mendaur ulang
Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Polombangkeng Selatan H. Zainal Abidin S. Sos M.kes.

Menurut Zainal usai acara sosialisasi, masalah penyakit demam berdarah adalah masalah seriu yang sering terjadi ditenagah tengah masyarakat sehingga harus diantisipasi sedini mungkin.

Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan Virus Dengue katanya, tidak boleh dianggap remeh, oleh karena itu hendaknya jangan lengah karena bisa menyerang siapa saja bahkan menyebabkan kematian.

Penyakit ini intensitasnya paling sering muncul dan berkeliaran pada musim hujan diawal bulan 11, lewat perantara nyamuk membawa Virus Dengue yang sering disebut Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dikatakan Zainal, bahwa untuk mengatasi penyebaran virus tersebut, pertama tama yang perlu di lakukan adalah membentuk Juru Pemantu Jentik (JUMANTIK) disetiap Lingkungan atau Dusun sebanyak dua orang.
Tugas mereka akan mensosialisasikan pentingnya mengantidipasi terjadinya penyebaran virus DBD.

Kedua mengajak masyarakat mengaktifkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan istihah 3 M, yang artinya Menutup, Menguras, Mendaur Ulang.
Menutup tampungan tampungan air, Menguras Bak Mandi untuk menghidari bertelurnya nyamuk disitu dan Mendaur ulang barang-barang bekas untuk memgurangi peluang berkembang biaknya nyamuk pembawa virus DBD, katanya.

Ditambahkan Zainal, untuk mengenali nyamuk penyebar Virus tersebut, berwrarna hitam bintik bintik putih beroperasinya antara jam 8-12 dan 15 – 17 setiap hari
Program ini dilakukan dari hasil survei lapangan ditambah masukan masyarakat menjadi acuan program.

Penulis : Hasdar Sikki

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *