Soal Sapi Bantuan, Kalau Ahmad Jais Inginnya, Bukan Anak Sapi

  • Whatsapp

Takalar, TOPIKterkini.id – Niat suci Pemerintah Daerah Takalar melalui Bank Sulselbar membantu CSR sapi melalui Yayasan Forum Informasi Komunikasi Kelompok Swadaya Masyarakat (YFIK-KSM)
Ternyata hanya dimanfaatkan untuk memperkaya diri. Alasannya adalah selain tidak tetap sasaran juga pengadaannya bukan indukan tetapi anak sapi

Contohnya Abd.Muin Dg.Nyikko kebagian 35 ekor padahal dikenal bukan masyarakat petani tetapi pedagang ternak
Demikian juga Nawir, kebagian 5 ekor selain bukan petani juga tidak berdomisili di Desa Aeng batu batu tetapi di Merauke Papua

Namun kemudian 40 ekor sapi tersebut diketahui sudah lama raib, menurut informasi akibat dari keserakahan Ahmad Jais

Ketika Ahmad Jais dikonfirmasi melalui WhatsAppnya 03 Juni, menjawab seperti dibawah ini :

Walau dia hanya sebatas saksi tetapi biar saja disebut sebut dirinya supaya semakin populer di Takalar
Ketika ditanya siapa, karena sapi tersebut sudah tidak ada lg
Jais mengatakan, tanya dg nyikko, soalnya kelomppknya yang dapat

Tetapi permohonan FIK KSM untuk masyarat sedangkan nyatanya di Abd Muin saja sapi raib
Ahmad Jais lagi ingin FIK KSM yang ditanya
Ahmad Jais mengatakan, sebnarnya dari segi politik mengaku di untungkan tetapi dari segi popularitas masalah ini ada hikmahnya, tulisnya
Kemudian Jais mengembalikan pertanyaan seperti ini;
Jais, Saya mau tanyaki ini, jika kita ada di pihak saya

Menyikapi jawaban Ahmad Jais oleh TOPIKterkini, menolak persoalan sapi ini dikembalikan, karena pihak FIK KSM ingin wartawan tanya ke kamu
tetapi Jais mengatakan yang tahu akar persoalan ini FIK KSM sehingga tidak pantas dirinya yang ditanya, masa saya yang ditanya, tulis Ahmad Jais
Dikatakan bahwa yang mendapat bantuan itu FIK KSM jadi sebaiknya ditanyakan keBank BPD dan pak Nirwan karena di proposal itu mereka yang setujui kok malah tanya ke saya

Karena kelihatannya Jais keberatan ditanya sehingga TOPOKterkini mengatakan, FIK KSM ada benarnya minta tanya kekamu karena kamu pendamping kelompok sehingga hirarkinya paling tidak kamu dimintai pertimbangan setiap kali sapi mau dipindah tangankan atau mau dijual
Lagi lagi Ahmad Jais menulis begini, bagaimana saya mau di tanya karena sapi itu sudah ada digalesong, seandainya dia yang ditanya katanya, dia (Jais) minta membeli sapi yg layak, bukan anak sapi

Tetapi kenapa kamu sebagai pendamping kelompok setuju sapi itu diberikan ke Abd Muin sementara anak sapi
Jais mengaku hanya sebatas saksi barang itu sampai ke kelompok nya Abd.Muin sesuai berita acara serah terimah, kebetulan waktu itu Jais ada di tempat itu di patani
Selain itu Jais menulis, kok dia sendiri yang ditanya sementara
saksi 1 dan 2 tidak ditanya

Setelah TOPIKterkini menyatakan akan melakukan konfirmasi satu per satu, Ahmad Jais menyatakan dukungannya terlebih dia (Jais) anggota DPRD terpilih (wakil rakyat) bukan wakil kelompok

Penulis : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *