Soal Pemecatan Dua Imam Lingkungan di Kelurahan Bulukunyi, Berbuntut Panjang

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Pemecatan dua imam lingkungan di kelurahan bulukunyi kecamatan polombangkeng selatan kabupaten takalar sulawesi selatan, kini berbuntut panjang serta tidak henti-hentinya menuai sorotan, seperti Hasbullah Dg.Nuntung yang pernah lama menjabat imam desa bulukunyi, sebelumnya mengkritik pedas pemecatan dua imam lingkungan dan kini kembali dengan kata-kata kiasan melalui WhatsAppnya yang dikirim kepada Topikterkini.id 13/06 berbunyi ;

Pemecatan dua imam lingkungan di kelurahan bulukunyi katanya adalah merupakan bentuk kesewenang-wenangan empat serangkai aparat pemerìntah kabupaten takalar, imam kelurahan, ketua LPM, lurah dan camat

Oleh karena ke-empatnya masing-masing sudah berpendidikan tinggi bahkan camat sebagai penentu pemecatan sudah S2, membuat masyarakat tertawa terbahak-bahak
Sebagai dampak pemecatan dua imam lingkungan kata Hasbullah membuat masyarakat menangis sambil geleng-geleng kepala kiri dan kanan akibat para nahkoda lempar batu sembunyi tangan alias saling tuding, imam kelurahan, H.Syamsuddin Dg.Rurung bersama ketua LPM, Baharuddin Dg.Nojeng menuding dua imam lingkungan melanggar himbauan pemerintah untuk tidak berkumpul saat pandemi covid-19, sementara lurah bulukunyi, Muhammad Nur beralasan atas usul imam kelurahan bersama ketua LPM dan camat, Baharuddin S.Sos M.Si mengeluarkan surat keputusan pemecatan beralasan atas usul lurah bulukunyi
Empat serangkai kata Hasbullah, seharusnya lebih dulu mengkaji usul pemecatan dua imam lingkungan agar tidak meresahkan masyarakat, bukan justeru sentimen

Sementara warga bulukunyi dengan kehadiran ke-empatnya ingin ketenagan, tetapi yang dinikmati adalah keresahan

Betapa tidak karena yang dijadikan alasan memberhentikan kedua imam lingkungan adalah alasan yang tidak bisa diterima akal sehat, sementara kedua imam masih disenangi masyarakat, tidak ada yang pernah menyelewengkan zakat fitrah atau infaq yang dia kumpulkan setiap tahunnya, diluar yang dibagikan kepada fakir miskin, semuanya disetor kepada imam kelurahan, H.Syamsuddin Dg.Rurung

Oleh karena ke-empatnya tidak bisa memberikan kebenaran dan keadilan, maka Hasbullah memohon kepada pemerintah daerah, Bupati, H.Syamsari Kitta dalam artian semoga mau menempatkan nahkoda di kelurahan bukunyi yang baik hati, tidak diskriminasi dan yang relah mempersatukan warga ke jalan yang benar diredhoi Allah SWT

Dalam WhatsAppnya, Hasbullah mengatakan bahwa akibat perbuatan ke-empatnya, imam lingkungan tengko dan makammu II saat ini sedang di pinggir laut merah

Mereka kedua imam lingkungan katanya tak bisa lagi berbuat sesuatu atau kata lain maju kena mundur kena, jalan yang berusaha dilalui semuanya buntu kecuali dirundung susah, sedih dan sakit hati

Dimana lagi mereka mengadu agar andalannya menjauh dari pinggiran laut merah yang airnya lagi panas mendidih

Hasbullah Dg.Nuntung mengaku seorang warga tengko dan makammu II via ponselnya mengaku mewakili sejumlah keluarganya mengatakan kalau kedua imam masih diandalkan tetapi karena saat ini berada dilaut merah sehingga tidak tau kedepannya akan seperti apa cahaya islami di dua lingkungan

Dikatakan Hasbullah bahwa kedua imam lingkungan ditanya, kenapa kalian berada di pinggir laut merah, mereka mengaku di usir pasukan yang mirip fanatisme buta, lalu mereka bilang ibarat mahhluk yang berjasa tetapi tidak di hargai

Selanjutnya kata Hasbullah keduanya mohon maaf kepada warganya jika ada kesalahan atau kekeliruan yang tidak berkenang dihati selama ini, mohon kepada Allah SWT semoga menurunkan perlindungannya kepada kedua imam lingkungan agar secepatnya menjauh dari pinggiran laut merah untuk bersama lagi melaksanakan perintah Allah SWT dengan baik (Red) bersambung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *