Soal Kepala Dusun Bulu’po’rong Bersama Hasnah Diduga Rampas Tanah milik DG.PATE, Kepala Desa Rappolemba Tidak Mau Di Bawa Bawa Namanya

  • Whatsapp

 

TOPIKTERKINI.ID – GOWA : Jika seorang Kepala Desa melihat Kepala Dusun diwilayhnya berencana rampas tanah warga, maka ia wajib mencegah dan kalau sudah terjadi seharusnya melarang keras dan atau memerintahkan tanah rampasan tersebut dikembalikan kepada pemiliknya sampai ada kekuatan hukum tetap
Tetapi Kepala Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa, Muhammad Hamri justeru memilih diam melihat tanah warganya di rampas Kepala Dusun Bulu’po’rong, DG.TEPU

Padahal tanah milik Dg.Pate yang dirampas Kepala Dusun Bulu’po’rong, sudah diketahui Kepala Desa, namun tetap diam seribu bahasa

Seperti pernyataannya yang dikirim melalui WhatsApp nya kepada TOPIKTERKINI 15 November 2019 Kepala Desa Rappolemba, Muhammad Hamri mengatakan, tidak tau siapa yang salah dan siapa yang benar yang dia katakan adalah, seharusnya dg pate kalau dia tidak puas, dengan Kepala RT dan RW atau Kepala, dusun kenapa tidak dilanjutkan kekantor desa.. Klo begini caranya Saya merasa ada yg Carikan masalah supaya sy dgn kadus salin memojokkan jgn seperti itu pak dan saya suda beberapa kali sampaikan kepada dg pate, kalau memanh tidak puas, minta saja pengantar Kepala dusun, tetapi sampai saat ini belum juga minta pengantar jadi saya mohon jangan bawa2 namaku soal tanah itu.
Kepala Desa Rappolemba juga menulis begini, tabe, pak sy sudah tanya pak dusun waktu kita bilang dg pate sudah minta tetapi Kepala dusun menjawab, dia (DG.PATE) tidak pernah datang hari itu, mengaka barusan menelpon nomor yang napake kemarin dulu tetapi hp nya sedang dipakai cucunya
Alasan Kepala Desa menelepon cucunya Dg.Pate karena mau memaastikan dia datang dirumahnya Kepala dusun atau tidak
Tetapi setelah disampaikan bahwa persoalan sepeti ini adalah tugas Kepala Desa, Muhammad Hamri mengaku
tetapi soal tanah itu dia belun tau asal usulnya karena belum ditangani, nanti setelah dia tangani dengan mengundang semua yang bersangkutan, disitu baru ada pertimbangan siapa yg paling berhak siapa yang tidak dan kalau pertemukan satu sampai 2x 3 kali dan tidak ada titik temunya kita kasi pengantar yg lebih tinggi mungkin seperti itu

Dg.Pate yang merupakan korban perampasan kepada TOPIKTERKINI mengaku sudah siap untuk melapor kepala Polisi, namun ia masih berkoordinasi dengan penasehat hukumnya papakah melapor di Polres setempat atau ke Polda

Penulis : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *