Soal Aparat Desa Patani Yang Dibabat, Pejabat Kepala Desa Di Duga Bertindak Ala Preman

oleh -175 views

Di dalam kantor ini yang dibangun dengan uang rakyat, Plt.Kepala Desa Patani Mendesain Pembabatan Beberapa Aparat Desa Yang tidak bersalah

TAKALAR TOPIKTERKINI.ID. Siapapun dia kalau diserahi tugas melaksanakan Pemerintahan, seyogianya mampu menahan diri jika ditimpa sesuatu yang tidak diinginkan karena namanya Pemerintah wajib tampil terdepan menjadi contoh yang baik, bukan sebaliknya
Selain menahan diri juga sebaiknya memilih duduk bersama membicarakan solusi agar jauh dari tudingan bertindak ala preman
Persoalannya kata sumber adalah yang kerap kali anarkis hanya preman, jika tidak terpenuhi keinginannya, kalau pemerintah kata sumber lebih terpuji kalau bersabar dan mengedepankan pembinaan
Jangan seperti H.Muhammad Taufiq, saat ditempatkan menjadi Pejabat Kepala Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu, seharus melakukan pembinaan jika ada Aparatnya yang tidak disenangi, tetapi yang terjadi justeru tidak kompromi langsung membabat habis Aparat Desa, padahal Aparat yang dibabat tersebut tak punya pelanggaran yang memenuhi unsur di babat melainkan aktif melaksanakan tugas selama bekerja di Kantor Desa Patani

Suber TOPIKTERKINI.ID membenarkan kalau H.Muh.Taufiq membabat habis Aparatnya, bukan karena malas bertugas melayani masyarakat, tetapi persoalan dugaan dendam saat baru saja ditempatkan menjadi Pejabat Kepala Desa, Aparat yang dibabat itu pernah menolak H.Taufik dengan cara menutup kantor sehingga itulah menyebabkan Wakil Bupati di Kecamatan Mappakasunggu bertindak seperti ala preman

Jika sumber menduga tindakan H.Taufiq sama seperti preman, kelihatannya tidak sampai berlebihan, alasannya adalah saat dikonfirmasi TOPIKTERKINI.ID via ponselnya 11/02 menyangkali memberhentikan aparatnya kecuali mengganti karena sudah habis kontraknya.
Tetapi ada juga yang tidak dibabat dan yang dibabat itu kata Taufiq pernah melakukan pelanggaran menolak H.Taufiq menjadi Pejabat Kepala Desa dengan cara menutup kantor (Red)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *