Sistem Pemerintahan di Takalar Meresahkan, DPRD Tidak Maksimalkan Hak Haknya Karena Ketua Terus Menolak

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKterkini.id – Dalam perbincangan TOPIKterkini dengan Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Takalar 29/07 terkait keresahan masyarakat akibat sistem pemerintahan yang dianggap buruk.
Ketua Komisi II, Sulaeman Rate, bersama H.Abd.Haris Nassa asal PKB dan H.Amiruddin Mami asal PDIP mengaku sudah beberapa kali menyarankan perbaikan sistem tetapi
H.Syamsari sendiri tidak menghiraukan saran anggota DPRD

Ketika ketiganya ditanya hak hak lainya tidak di gunakan, ketiganya juga sudah beberapa kali ingin memaksimalkan hak hak nya tetapi tidak semudah membalik telapak tangan.
Ketiganya mengatakan bahwa untuk menggunakan hak angket misalnya, DPRD harus setuju 50 persen tambah 1, kedua harus persetujuan Ketua tetapi selama ini belum ada reapon atau Ketua, H.Jabir Bonto masih terus menolak

Sayangnya karena H.Jabir Bonto terasa sulit dikonfirmasi karena kadang kadang baru masuk kantor

Penulis : Maggarisi SaiyyeSistem Pemerintahan Takalar Meresahkan, DPRD Tidak Maksimalkan Hak Haknya Karena Ketua Terus Menolak

Takalar TOPIKterkini.id. Dalam perbincangan TOPIKterkini dengan Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Takalar 29/07 terkait keresahan masyarakat akibat sistem pemerintahan yang dianggap buruk. Ketua Komisi II, Sulaeman Rate, bersama H.Abd.Haris Nassa asal PKB dan H.Amiruddin Mami asal PDIP mengaku sudah beberapa kali menyarankan perbaikan sistem tetapi H.Syamsari sendiri tidak menghiraukan saran anggota DPRD
Ketika ketiganya ditanya hak hak lainya tidak di gunakan, ketiganya juga sudah beberapa kali ingin memaksimalkan hak hak nya tetapi tidak semudah membalik telapak tangan. Ketiganya mengatakan bahwa untuk menggunakan hak angket misalnya, DPRD harus setuju 50 persen tambah 1, kedua harus persetujuan Ketua tetapi selama ini belum ada reapon atau Ketua, H.Jabir Bonto masih terus menolak

Sayangnya karena H.Jabir Bonto terasa sulit dikonfirmasi karena kadang kadang baru masuk kantor

Penulis : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *