Selain 3 Paket Jalan Rabat Beton Di Desa Parangmata Di Pihak Ketigakan, Juga 13 Ekor Sapi

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id. Proyek yang dibiayai Dana Desa, bukanlah proyek yang harus dipihak ketigakan, karena kalau dipihak ketigakan, dikhawatirkan kwalitasnya tidak bisa dijamin akan bermanfaat lebih lama dirasakan masyarakat
Alasannya adalah anggarannya dimungkinkan tidak semuanya digunakan tepat sasaran karena mustahil kalau pihak ketiga tidak mau menarik keuntungan
Demikian kata sumber Topikterkini.id baru baru ini.

Seperti diberitakan sebelumnya 3 paket jalanan rabat beton yang dibiayai Dana Desa Parangmata Kecamatan Geleong, Takalar Sulawesi Selatan, lewat Pejabat Kepala Desa, H.Baharuddin Dg.Limpo diketahui dikerjakan pihak ketiga atas nama H.Mustafa Dg.Maro sehingga realisasisinya bertentangan dengan RAB,
ketebalan rabat beton ketiganya hanya 13 Cm bertentangan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) 20 C

Sumber Topikterkini mengatakan, mustahil H.Mustafa Dg.Maro tidak mengejar keuntungan, sementara pemilik proyek (Pj Kepala Desa) juga diduga menarik keuntungan sehingga jika keuntungan keduanya digabung, maka hasilnya dapat memperkecil anggaran yang sampai kepada pelaksanaan proyek sehingga wajar saja kalau kwalitas proyek tidak lagi dijamin kekuatannya

Kali ini giliran pengadaan 13 ekor sapi menjadi sorotan tajam warga setempat, alasannya adalah seharusnya dilaksanakan sendiri Pejabat Kepala Desa sehingga tidak banyak anggaran menyusut, tetapi justeru pihak ketiga diberikan kesempatan oleh Pejabat Kepala Desa untuk mengeruk keuntungan dari Dana Desa tersebut
Akibatnya sapi sapi yang dibeli dan dibagi kepada masyarakat, kata sumber, harganya ditaksir jauh lebih rendah dari Rencana Anggaran Belanja

Dikatakan sumber bahwa Dana Desa yang diserap 13 ekor sapi sebesar Rp.136 juta, sementara sumber mengatakan harga dipasaran maksimal per ekor antara Rp.7-8 juta, selebihnya kata sumber diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi Oknum Pj Kepala Desa
Pj Kepala Desa Parangmata yang dikonfirmasi baru baru ini di kantornya membantah semua tuduhan seraya mengaku tak tau soal belanja sapi, hanya tak menyebut pelaksana
Soal pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pengadaan sapi, H.Baharuddin tidak tau sehingga kalau dituduh memanfaatkan sebagian Dana Desa untuk kepentingan pribadi, itu hanya politik katanya (Red), bersambung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *