Secarik Kertaspun Tak Dimiliki, Terlebih Bukti Yang Punya Dasar Hukum, Sajia Dg.Rannu, Gugat tanah Milik Abd.Kadir Dg.Tula dan Bacce Dg.Layu

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Secarik kertaspun tak dimiliki, terlebih bukti yang punya dasar hukum, tetapi gugatan Sajia Dg.Rannu, tetap juga diterima oleh Camat Polombangkeng Selatan, Baharuddin S.Sos M.Si

Satu dari dua tergugat adalah Abd.Kadir Dg.Tula, kepada Topikterkini.id mengaku tanah miliknya digugat Sajia Dg.Rannu warga Dusun Cakura Desa Cakura Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan dan sudah dua kali digelar dikantor Camat
Pertama katanya pada 15 Juli 2020, kedua pada 25/07, dia Abd.Kadir diperiksa oleh Camat melalui, Sila, staf kantor Camat dengan menjelaskan bahwa dua petak tanahnya masing-masing ; satu petak berupa sawah, dengan luas 2665 meter dan satu petak berupa kebun dengan luas 3010 meter

Abd.Kadir dihadapan staf Camat menjelaskan bahwa dua petak tanahnya yang digugat Sajia, terletak di Dusun Bontomaka Desa Cakura Kecamatan Polombangkeng Selatan, adalah merupakan warisan ayahnya, Kanji Dg.Nojeng, asal neneknya, Kuling bin Makka Dg.Bali

Mengetahui dari ayahnya bahwa tanah warisannya, dahulu kala, sifatnya masih hutan milik negara kemudian dengan susah payah memeras keringatnya setiap hari menggarap dan membentuk menjadi sawah dan kebun oleh neneknya, Kuling bin Makka Dg.Bali dan dikuasai sejak itu secara turun temurun hingga pada 2012, sawah tersebut sudah bersertipikat, kecuali kebun katanya, tetapi dari tahun 1973 hingga saat ini sudah dibayar pajaknya sesuai SPPT terlampir

Sementara Sajia Dg.Rannu, menurut Abd.Kadir Dg.Tula, dari pemeriksaan tak mampu menunjukkan bukti kepemilikan alias hanya pengakuan

Namun oleh Camat, Baharuddin, masih tetap melayangkan panggilan kedua kepada Abd.Kadir Dg.Tula

Hasil pemeriksaan yang kedua pada 25/07 kata Abd.Kadir, lagi-lagi Sajia Dg.Rannu tetap tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan

Mengetahui kalau Abd.Kadir hampir tak bisa membaca sehingga mengantisipasi jangan sampai diperintahkan memberikan tanda tangannya, membuat Dg.Kanang, isteri Abd.Kadir berusaha ingin mendampingi suaminya dalam ruangan pemeriksaan, tetapi tidak berhasil karena oleh staf Camat menghalangi

Kekhawatirannya tidak meleset, usai diperiksa, Abd.Kadir Dg.Tula mengaku didesak memberikan tanda tangan dan oleh karena nyaris buta huruf sehingga Abd. Kadir bertanda tangan walau tak tau mengetahui makna dari tulisan yang ia tanda tangani

Tetapi kemudian ia curiga jangan sampai tanda tangannya dijadikan jebakan telah menyerahkan tananhya

Sama halnya gugatan Sajia Dg.Rannu terhadap dua petak tanah milik Bacce Dg.Layu, masing-masing ; satu petak 488 meter dan 1682 meter terletak sama dengan tanah milik Abd.Kadir, juga hanya sebatas pengkuan, kata Abd.Kadir

Sehingga kalau gugatan Sajia Dg.Rannu dibenarkan Camat Polombangkeng Selatan, Abd.Kadir kemungkinan akan mengakui tanah tempat kantor Camat

Staf Camat Polombangkeng Selatan, Sila yang dikonfirmasi Topikterkini.id, via ponselnya 25/07 mengakui perkara tersebut
Sedangkan yang ditanda tangani Abd.Kadir kata SILA, sifatnya hanya pengakuan untuk hadir di Pengadilan, jika SAJIA menggugut, semoga saja bukan jebakan, kita lihat nanti, Kata Abd.Kadir Dg.Tula (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *