Sanggar Seni Ataraxia Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Takalar Gelar “Opera Bunga Eja”

  • Whatsapp

TAKALAR TOPIK TERKINI.iD Sanggar seni Ataraxia bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Kab. Takalar Sul-Sel, menggelar pertunjukan “Opera Bunga Eja” dari sebuah puisi Makassar Yang ditulis oleh Saudara Hanif Rangga.
Amin. DB selaku skenario dan sutradara “Opera Bunga Eja” menuturkan. Bahwa puisi yang ditulis oleh saudara hanif Rangga adalah sebuah karya yang sangat filosofis, penuh makna, dan jarang saya menemukan bahasa Makassar begitu klasik. Sastra yang mengandung unsur mantik yang luar biasa. Makanya saya sangat tertarik untuk membuatnya dalam bentuk pertunjukan “Opera”.

Tentunya harapan saya selaku sutradara “Opera Bunga Eja” bisa memberikan pembelajaran moral atau etika dan mungkin bagaimana seorang anak mampu belajar dari kisah cerita ini. Dan saya juga ingin menyampaikan kepada semua orang bahwa tidak semua kearifan lokal itu dinilai negatif. Tapi mari kita mencoba mengedukasi ulang bahwa kearifan lokal sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan psikologis dan karakter seorang anak.

Saribulang Dg Macora ialah jelmaan purnama yang ke Ooh anakku, Saribulang daeng Macora
Pilanngeri baji’mami, pidandang pappasangku

Rigintingannuji antu malolo
Na natujuko mata baule’
Na nadongkokiko panngai
Punna sallang toako na mannasi’mo tanrasula ri abannu
Naminro kebo’mo uyuq nu
Tana tujuamako mata
Tana dingkokiamako panngai
Punna tatappoko ia ana’
Anjalling kalau’ mako ri pa’rasangang anjaya
Ri bori’ tau matea padanya disematkan segala wujud keindahan langit dan bumi, meski mandiri dan dijunjung tinggi, perangainya yang serupa ombak samudra, kecerdasannya yang seluas cakrawala; ia lahir membawa kutukan. Lelaki manapun yang mencoba menyelami segaris lengkung di bibirnya tak akan pernah tahu, bahwa mereka akan kehilangan sisi ketakutannya, kehilangan akal sehatnya. Naasnya, Manusia lahir membawa kecintaan pada segala hal yang indah.
Hanya Berpegang pada Siri’ dan Paccelah yang akan mematahkan kutukan ini, sebab
siriq paccea ri katte
kontu ballaq ia benteng
ia pattongkoq
ia todong jari rinring
siriq paccea ri katte
rapangi seqre biseang
ia gulinna
ia todong sombalaqna
siriq paccea ri katte
ia ceraq ia assi
ia bukunta
ia pokoq tallasatta…(salah satu petikan narasi Opera Bunga Eja)

Janganki lupa datang nonton di Grand Kalampa Hotel. Sabtu, 3 Oktober 2020.

Wahidin Kulle

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *