Rp23M Lebih Anggaran Rehabilitasi SD Di Takalar Dan Jeneponto, Oleh TOPIKTERKINI Menurunkan Pelaksanaannya Secara Bersambung (1)

  • Whatsapp

 

TIOIKTERKINI.id, Takalar, Pemerintah Provinsi melalui Balai Prasarana Perumahan Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan tahun ini 2019 menurunkan uang jumlahnya Rp.23.425.719.642 untuk pembangunan baru Ruang Kelas Belajar (RKB) paket rehabilitasi di dua Kabupaten Jeneponto dan Takalar

Jika dibagi rata per SD masing masing mendapat bagian mencapai angka lebih kurang Rp.1.673.262.642,-

Rp.23 M lebih diketahui untuk 14 titik SD masing masing ; 10 SD di Kabapten Jenoponto dan 4 di Kabupaten Takalar

3 SD masing masing ; SD Soreang, SD Taipa dan SD Banyuanyara Kecamatan Sanrobone, yang berhasil dipantau TOPIKTERKINI 04/11, 1 diantaranya yakni SD Soreang di sampaikan kepada publik bahwa pelaksana disinyalir lebih kepada mengejar kentungan
Padahal keinginan Pemerintah menurunkan anggaran sebesar itu agar dimanfaatka maksimal supaya hasilnya dapat lebih memperkuat atau memperkokoh bangunan untuk dinikmati masyarakat lebih lama
Namun kenyataannya berbanding terbalik sebagai bukti SD Soreang, oleh pelaksana PT ZEIN ANUGERAH PERKASA
hanya membangun baru dua kelas dengan volume 7 x 8 meter ditamba kantor yang ukurannya lebih kecil

Sedangkan 4 kelas berikut toilet hanya rehabilitasi ringan, atapnya jika dilihat dari luarnya sungguh memperdaya, catnya lebih tebal dari yang biasanya sehingga kelihatan seperti atap seng baru, tetapi jika diteliti dengan seksama sangat mengecewakan, dibawa lesplan yang tidak tertutup plafon terlihat masih bebas cat sehingga menunjukkan aslinya sebagai atap seng lama tak satu lembarpun yang diganti

Sumber TOPIKTERKINI mengaku terkejut melihat tanpa mengganti atap padahal anggarannya terlampau besar

Oleh karena tanpa mengganti atap kata sumber adalah merupakan bukti nyata bebas penggantian gording nok terlebih kuda kuda sehingga lebih mengejutkan lagi akan dibawa kemana sisa anggarannya
Kecuali plafon mendapat penggantian tetapi itupun tidak 100 persen sehingga dari Rp1,6 M lebih anggarannya hanya digunakan maksimal untuk pembangunan baru 2 kelas RKB

Pelaksana yang ingin di konfirmasi hari itu, lagi tidak ada di lokasi kecuali Kepala SD Soreang, Hj.Arniah Bani tetapi hanya menjawan sebatas sebagai penonton belaka, bersambung

Penulis : Hasdar Sikki
Editor : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *