RAPBD Yang Tidak Dibahas, Menurut A.Noor Zaelan, Samahalnya Dengan Bentuk Dugaan Perampokan Uang Rakyat

  • Whatsapp

TOPIKTERKINI.ID – TAKALAR, Rapat paripurna DPRD Takalar yang digelar Hari ini selasa 31/12 menjadi topik perdebatan sengit memicu Pro Kontra antar Fraksi atas rujukan hasil Evaluasi ketahap Paripurna

Hal tersebut menarik perhatian publik karena paripurna yang diselenggarakan tersebut mengacu pada hasil evaluasi, yang justru semakin mempertegas cara Wakil Rakyat ini memanipulasi Anggaran.

Kenapa…?
Karena seharusnya paripurna dilaksanakan pada saat persetujuan bersama, sementara persetujuan bersama ini dilakukan tanpa pembahasan yang tupntas
Contoh kongrek misalnya, soal anggaran Sekretariat Daerah dibawa kendali H.Arsyad, belum dibahas, atau sama sekali tidak dibahas
Hal tersebut sengaja dihindari anggota DPRD karena setelah evaluasi baru melakukan paripurna, seakan akan meligitimasi diri dan lembaganya terlibat dugaan perampokan terhadap uang rakyat ini sudah benar
Dibuktikan dengan paripurna, tidak ada bedanya dengan memperkuat pembenaran lewat rapat paripurna yang sebenarnya itu adalah cara taktis dugaan menipu uang rakyat,
Demikian kata Legislator PDI-Perjuangan Ir.H Andi Noor Zaelan

Sebagai pertimbangan paripurna katanya harus mendapat persetujuan Badan Musyawarah (BAMUS) atau rapat Konsultasi, Karena jika tidak melalui rapat BAMUS atau rapat konsultasi pengganti BAMUS maka Anggota DPRD takalar semakin mempertegas kwalitas diri dan lembaganya sebagai Wakil Rakyat yang hanya lihai mengutak atik uang rakyat tanpa memikirkan kepentingan rakyat

Penulis : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *