PT. ZEIN ANUGRAH PERKASA Kerja Rehab Sekolah Diduga Labrak RABP

  • Whatsapp

JENEPONTO, PETIRNEWS.INFO-
Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi bangunan dan renovasi sekolah Dasar di dua kabupaten, Jeneponto dan Takalar Sulsel, mendapat sorotan tajam dari beberapa lembaga suwadaya masyarakat LSM salah satunya lembaga Komnas Waspan RI mengatakan kalau pekerjaan yang di lakukan pihak PT ZEIN sangatlah tidak rasional serta relevan.

Muh Ramil sialle menuturkan ada beberapa jenis pekerjaan yang kuat dugaan lari dari perencanaan awal, mulai dari pekerjaan galian serta lebar dan tinggi pondasi, serta pekerjaan kusen pintu, kusen jendela dan beberapa jenis pekerjaan lainnya,

Renovasi pekerjaan sekolah SDI 149 Bonto cinde Kecamatan Tamalatea Kabupaten Keneponto, dimana seharusnya galian pondasi kedalaman 100 cm + slop 20 cm namun kurang dari rencana awal, pekerjaan kusen dan jendala seharusnya baru namun kayu bekas bangunan lama dengan dalih masih utuh dan tahan. Jelas Muh ramil.

Sangat di sayangkan proyek ini dikerja asal jadi, karena mungkin Kontraktor mengejar keuntungan yang lebih besar, padahal seharusnya tidak terjadi seperti itu, karena pekerjaan ini dikawal langsung kejaksaan dan kepolisian,,TP4D,,dimana mereka seharusnya melakukan pengawasan secara berkala saat pekerjaan berlangsung sampai selesai, namun para pengawas ini, diduga hanya menunggu laporan hasil pekerjaan dari pihak PT.

Kahar selaku penanggung jawab PT ZEIN ANUGRA perkasa saat di konfirmasi wartawan media ini melalui Hp mengatakan tidak tau secara jelas tata cara tehnis pekerjaan lantaran ada yang bertanggung jawab di lapangan ( tehnis ) karena saya tidak pernah kelapangan ada anggota ku pak. Jawabnya.

Lain lagi kondisi pekerjaan di SD Paranga Kec. Batang Jeneponto, yang juga selain kondisi kedalaman galian pundasi dan lebar pundasi dinilai kurang tepat, juga jenis kayu kusen pintu dan jendela dinilai tidak berkelas atau dikawatirkan kwalitasnya.

Konon jenis kayu kusen pintu dan jendela yang digunakannya adalah kayu jati putih dan juga semen yang digunakan adalah Semen Bosowa serta pasir yang digunakannya juga dinilai kurang berkwalitas atau disinyalir bercampur dengan tanah.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *