Pj Kepala Desa Parangmata, Di Duga Mark Up Pengadaan Mesin Pompa Air Dan Handsprayer

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id. H.Baharuddin Dg.Limpo di angkat oleh Bupati Takalar menjadi Pj Kepala Desa, diharapkan agar dapat mengemban tugas dengan baik dan benar, memanfaatkan Dana Desa sepenuhnya tepat kepada sasarannya semata untuk kepentingan masyarakat, namun kepercayaan yang diberikan kepadanya justeru di sia siakan

Alasannya adalah dalam mengelola Dana Desa lebih mengejar keuntungan pribadinya ketimbang memanfaatkan seutuhnya kepada masyarakat secara umum
Contoh kongkrek misalnya seperti diberitakan sebelumnya 3 paket proyek pembangunan jalan rabat beton, sesungguhnya dikerja sesuai RAB mencaipai ketebalan 20 Cm tetapi karena untuk mengeruk keuntungan yang lebih besar, dikerjakan hingga selesai hanya 13 Cm, selisih 7 Cm kali volume proyek yang jika dirupiahkan bisa mencapai angka Rp.100 juta

Sumber Topikterkini.id mengatakan bahwa untuk mengejar tambahan pendapatan dari penghasilan tetap, H.Baharuddin Dg.Limpo belum berhenti sampai disitu tetapi juga kepada pengadaan

mesin pompa air dan alat handsprayer, diduga turut di akali dengan membanting harga melampaui pasaran
yang menurut sumber bahwa 20 unit mesin pompa air merek Ocha dibagi ke masyarakat, dianggarkan Rp.2 juta, sedangkan harga toko hanya Rp.1.050.000,- atau mark up Rp.950.000,- per unit dikali 20 samadengan keuntungannya Rp.19 juta

Demikian juga 200 unit alat aplikator pestisida pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan dianggarkan Rp.900rb per unit, sementara harga toko hanya Rp.450rb atau Mark Up Rp.450rb di kali 200 unit =Rp.90 juta + Rp.19 juta, keuntungan mencapai Rp.109 juta

Belum termasuk keuntungan dari Rp.136 juta pembelian 13 ekor sapi yang terbit sebelumnya dan tiga paket jalan rabat beton dengan total anggaran
Rp.445.179.400,-

Dikatakan sumber bahwa dari 13 ekor sapi yang dianggarkan, diketahui dibagi hanya 11 ekor, 2 ekor tak diketahui raib kemana

Pj.Kepala Desa Parangmata, H.Baharuddin Dg.Limpo yang dikonfirmasi dikantornya beberapa hari lalu mengaku tak tau proses penggunaan Dana Desa sehingga kalau dituding mengeruk keuntungan, katanya hanya politik

H.Limpo tidak terlibat dalam proses pengelolaan Dana Desa katanya, namun tak menyebutkan pelaksananya
(Red), bersambung

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *