Petani Muda Milenial Tanggap Menghadapi Musim Kemarau

  • Whatsapp

Takalar TOPIKterkini.id. Tidak sia sia Kepala Dinas Pertanian Melantik Pengurus Kelompok Tani Milenial terbukti ketika petani di Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan dilanda kekeringan akibat musim kemarau saat ini. Ketua Umum Dewan Pengurus Pemuda Tani Milenial Kabupaten Takalar, Helmyirawan terbilang tanggap menyikapi kesulitan petani
Terbukti beberapa hari dengan kerjasama antara petani dengan pengurus pemuda tani berhasil menciptakan air yang mampu mengairi sawah dengan menggali sumur menggunakan alat berat berupa Easkavator
Akibat kemarau saat ini kata Helmy
menjadikan air sungai habis dan kering sehingga para petani kesulitan mempertahankan tanaman padinya hingga saat ini khusus di Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan sudah
ratusan hektar tanaman padi mulai melayu
Sebutlah misalnya diwilayah Kelompok Tani Abbulosibatang Desa Moncongkomba sedikitnya 52 hektar terancam gagal panen ditambah dengan yang lainnya

Dg.Bantang, anggota kelompok tani kepada TOPIKterkini mengaku selama ini bercocok tanam padi dimusim gadu mengandalkan air sungai sebagai harapannya untuk mempertahankan tanaman padinya hingga bisa sampai waktu panen, tetapi karena kemarau membuat air sungai menjadi kering sehingga petani tinggal bertawakkal

Oleh karena itu demi menjamin petani bisa menanam padi gadu untuk selamanya berharap kepada Pemerintah semoga bersediah memberikan perhatian seperlunya kepada rakyatnya
Menyikapi kekeringan tersebut,
Dewan Pengurus Pemuda Tani Milenial Kabupaten Takalar, tidak berpikir panjang kemudian meninjau lokasi, mencari solusi yang tepat untuk membantu petani mengeluarkan dari kesulitan yang menimpahnya.
Dengan kebersamaa antara petani dengan pengurus kelompok tani melenial mengahsilkan penggalian sumber mata air di area persawahan dengan menggunakan satu yunit Ekskavator, alhamdulillah hasilnya menggembirakan, tanaman padinya bisa bertahan hingga waktu panen

Ketua Umum Dewan Pengurus Pemuda Tani Milenial Kabupaten Takalar, Helmyirawan mengaku tidak mau kalah, apalagi kalau hanya faktor air, karena menurutnya dimana ada kemauan, disitu ada jalan keluar. Soal air kata Helmy tidak mesti membuatnya menyerah karena dibumi ini, air berlimpah, asalakan ada kemauan berusaha pasti ada.
Helmy tidak mau melihat kesulitan petani berkepanjangan seperti dilakukan saat dengan menggunakan alat berat menggali sumur, tanaman padi bisa diselamatkan

Kesimpulannya adalah sebagai penentu keberhasilan petani adalah kerjasama dengan pengurus kelompok. Seperti inilah yang akan dilakukan Pengurus Kelompok Tani Milenial, dimana ada kesulitan petani, Pengurus Kelompok akan hadir
Dalam kondisi kekeringan saat ini kata Helmy, tinggal pompa air yang disiapkan melihat debit air dari hasil galian sudah cukup mengairi persawahan
Tetapi alhamdulillah UPJA Polongbangkeng kata Helmy bersediah meminjamkan satu unit pompa 4 inci

Penulis : Kamalrajamuda
Editor : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *