Pesantren Dilapas Di Harapkan Warga Binaan Untuk Lebih Mengenal Bahwa Sesudah Dunia Ada Akhirat

  • Whatsapp
Pesantren Dilapas Di Harapkan Warga Binaan Untuk Lebih Mengenal Bahwa Sesudah Dunia Ada Akhirat

Takalar, TOPIKterkini.id – Usai bertindak sebagai inspektur upacara upacara 17 Agustus memperingati proklamasi kemerdekaan negara repubkik indonesia ke 74 dilapanagan upacara kantor bupati takalar, Wakil Bupati, H Achmad Sere diamanahkan mewakili Bupati untuk menyerahkan 215 surat keputusan bagi penghuni lembaga pemasyarakatan, lapas kelas II.B yang mendapat remisi umum dan bebas berlangsung di aula pertemuan lapas setempat

Adapun rincian narapidana yang mendapat remisi yaitu remisi 1 bulan sebanyak 29 orang, 2 bulan sebanyak 45 orang, 3 bulan sebanyak 108 orang, 4 bulan sebanyak 22 orang dan 5 bulan sebanyak 11 orang dan yang mendapatkan remisi umum langsung bebas sebanyak 3 orang.

Sambutan tertulis Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly dibacakan Wakil Bupati mengatakan, pemberian remisi, tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan permasyarakatan, tetapi juga merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan permasyarakatan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku kepada yang lebih baik
Program revitalisasi penyelenggaraan permasyarakatan sangat sesuai dengan tema perayaan ke 74 hari kemerdekaan RI yaitu, SDM unggul, Indonesia maju, yaitu dimana sama sama memiliki fokus dalam upaya meningkatan kualitas SDM.

Kepada seluruh jajaran permasyarakatan diharapkan agar kemerdekaan tersebut dijadikan momentum untuk lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan, mengubah pola pikir yang dapat mengikuti perkembangan zaman.
Dikatakan bahwa isu isu yang terkait permasyarakat, seyogiayanya dapat secara tegas memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas se hari hari.

Pada kesempatan yang sama Kepala Lembaga Pemasyarakatan, lapas, Darwis, H. A.Md.Ip. S.Sos. M.Si. menyampaikan bahwa remisi tersebut adalah pengurangan masa pidana yang setiap tahun diberikan kepada warga binaan yang berkelakuan baik dan memenuhi kriteria
Dikatakan bahwa remisi harus dimaknai sebagai sebuah harapan untuk berbuat baik, memperbaiki diri serta untuk tidak lagi mengulangi kejahatan lagi
Selain itu, Darwis mengatakan bahwa di lapas yang dipimpin, juga terdapat pesantren sebagai sarana melakukan kegiatan yang dapat merubah pola pikir menuju perbaikan perilaku yang bisa berguna dilinkungan sekitarnya nanti
Betapa tidak di pesantren katanya oleh warga binaan dengan setiap waktu melakukan zikir jum’at dan hatam Al-Qur’an sebagai upaya mengenal bahwa sesudah dunia akan ada akihrat yang merupakan tempat kekal seluruh ummat

Pada kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyematan tanda kehormatan satya lencana karya satya kepada 3 orang pegawai lapas atas pengabdiannya selama 30, 20 dan 10 tahun oleh Wakil Bupati Takalar.

Turut hadir unsur forkopimda, ketua dan anggota DPRD, beberapa kepala OPD, kepala kantor kementerian agama takalar, tokoh masyarakat serta para warga binaan
Humas Pemda/ Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *