Pemberhentian Dua Imam Lingkungan di Kelurahan Bulukunyi Semakin Menarik Untuk Disimak

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Persoalannya usai dua imam lingkungan diberhentikan, warga setempat, Dg.Salli mendatangi Lurah bulukunyi, Muhamad Nur di kantornya bermaksud mendapat penjelasan, karena setaunya dua imam lingkungan dipecat hanya karena menjadi

sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri 1441 H, tidak korupsi uang zakat dan uang infak
Namun lurah, Muhammad Nur kata Dg.Salli bukannya menunjukkan etika seperti pemerintah, melainkan terkesan mempertontonkan sifat arogansinya dengan mengatakan bahwa dua imam lingkungan dipecat adalah kewenangannya

Menanggapi pernyataan yang dinilai tidak lebih dari bahasa sombong itu membuat warga makammu II, Dg.Salli kepada Topikterkini.id mengaku membantah keras, alasan Dg.Salli adalah walau pemecatan imam lingkungan adalah merupakan kewenangan lurah tetapi bukan berarti kewenangan kebablasan tanpa menghiraukan tata cara pengangkatan dan pemberhentian seorang imam lingkungan
Menurut Dg.Salli bahwa pengangkatan dan pemberhentian seorang imam adalah dari hasil musyawarah mufakat antara lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya yang dianggap perlu
Tetapi hai ini tidak dilakukan sehingga Dg
Salli menganggap tindakan lurah, imam lurah, ketua LPM dan camat polombangkeng selatan sama saja sebagai bentuk penghinaan

Dg.Salli bersama sejumlah keluarganya mengaku dihina atas pencopotan imam lingkungan Makammu II, Dahlan Dg.Tala

Menurut Dg.Salli bahwa negara republik indonesia tempat warga bermukim ini, adalah republik beraturan, bukan republik serampangan dan menghalalkan segala macam cara untuk memberhentikan imam lingkungan karena metode seperti itu katanya sudah sangat kolot dan imbasnya tidak tertutup kemungkinan akan lebih buruk serta bisa saja menciptakan kerawanan dan kesenjangan sosial dimasyarakat

Perlu disadari kata Dg.Salli bahwa saiapapun dewasa ini memahami bahwa di negeri ini terlebih di era reformasi saat ini ada ajaran hukum yang tidak membolehkan aparat pemerintah bertindak se-wenang-wenang seperti pencopotan dua imam lingkunga seharus dilakukan berdasarkan mekanisme yang benar dan tepat
Namun karena ke empatnya semuanya sepertinya mengutamakan arogansinya sehingga mekanisme pengangkatan dan pemberhentian imam lingkungan tidak dipatuhi
Oleh karena itu dalam konteks tersebut, Dg.Salli mewakili sejumlah keluarganya, menyatakan protes keras dan mendesak lurah, imam lurah, ketua LPM dan Camat polombangkeng selatan untuk meninjau kembali pencopotan imam makammu II dan imam tengko demi menghindari perlawanan masyarakat

Sama dengan warga lingkungan tengko, Syamsuddin Dg.Kio yang juga purnawirawan TNI AD tempat tinggal imam yang diberhentikan, juga protes dan mengecam keras perbuatan ke empatnya, lurah, imam lurah, ketua LPM dan camat, karena ke empatnya katanya seharusnya punya etika pemerintahan, tidak seperti preman jalanan yang kerap kali semaunya saja terhadap apa yang di inginkan
Tindakan ke empatnya katanya sama seperti penghinaan kepada sejumlah keluarhanya, oleh karena iti tidak tertutup kemungkinan akan berdampak buruk dimasyarakat, mengingat imam lingkungan tengko, H.Baso Limpo sebagai orang yang dituakan serta masih sangat dihargai serta tetap dibutuhkan sebagai pengendali keagamaan di lingkungannya

Demikian juga mantan kepala lingkungan tengko, Dg.Nappa, juga menyatakan protes keras sekaligus tidak merima imam lingkungannya di berhentikan
karena menurutnya sama dengan Syamsuddin Dg.Kio menganggap pemberhentian tersebut sebagai bentuk penghinaan (Red) bersambung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *