Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Karebasse Bontonompo Gowa, Tidak Sama Disejumlah Titik PSBB Lainnya

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Dari sejumlah titik pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kabupaten gowa sulawesi selatan, satu diantaranya di dusun karebasse desa manjapai kecamatan bontonompo tepat samping kanan rumah milik mantan kepala desa bategulung, Dg.Eca, penerapan petugas terlihat tidak sama dengan beberapa titik lannya

Persoalannya dari arah lingkungan bontorita kelurahan manongkoki takalar menuju prapatan jalan karebasse-bilonga desa bategululung, terlalu lari dari hakekat pembatasan yakni prapatan jalan depan rumah almarhum H.Yasin Limpo, diperlakukan oleh petugas jaga hari kamis 14/05, bukan pembatasan tetapi penutupan rapat tak bisa dilewatu pengendara roda empat

Cerita diatas bukan tanpa fakta, melainkan dialami Maggarisi Saiyye ketika pulang dari kantor pengurus watawan indonesia (PWI) kabupaten takalar memilih lewat jalur lingkungan bontorita kelurahan manongkoki takalar tembus dusun karebasse desa manjapai menuju tempat tinggalnya dusun bontolangkasa desa bontolangkasa kecamatan bontonompo

Sesampai disamping rumah milik Dg.Eca pada pukul 17.54 wita bagi Maggarisi Saiyye mengaku celaka 13 karena jalanan tersebut ditutup rapat sehingga sedianya menghemat bahan bakar saat virus corona menjadi lebih boros karena dengan terpaksa memutar kendaraannya lewat jalur palleko poros rappokaleleng menuju rumahnya bontolangkasa

Penutup jalan yang dibangun dari uang rakyat oleh Maggarisi Saiyye mohon dibuka tetapi beberapa orang petugas jaga pada jam 17.54 beralasan takut karena rekannya yang menutup tidak ada ditempat

Kepada Topikterkini.id Maggarisi Saiyye mengaku memilih jalur karebasse adalah bukan tidak beralasan, setelah melihat posisi jarum tengki kendaraannya diperkirakan bahan bakarnya sudah tidak cukup sampai kerumahnya bontolangkasa kalau lewat jalan poros palleko takalar – rappokaleleng gowa, sedangkan untuk membeli BBM hari itu tidak memungkinkan akibat dampak covid-19

Untung saja karena nanti pas tiba dipekarangan rumahnya baru BBM kendaraannya habis

Atas kejadian tersesbut tidak terulang, dimohon kepada bupati gowa, H.Adnan Furichta IYL agar perlakuan petugas jaga PSBB ditempat bisa bijaksana jika warga bertempat tinggal diseputar titik PSBB tersebut, bukan justeru sadis begitu

Penulis : Hasdar Sikki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *