Pekerja Tambang Diduga Rampas Lahan Warga

  • Whatsapp

TAKALAR, Topikterkino.id – Lagi lagi pekerja tambang material batu gunung dan tanah timbunan yang beroperasi di lingkungan Bantinoto2 Kel. Bontokadatto, Kec. Polongbangkeng selatan, Kab. Takalar, Sul-Sel, di keluh resahkan oleh waraga setempat.

Pasalnya jika hujan turun sepanjang jalanan tersebut yang dilalui mobil truk keluar masuk di lokasi tambang dipenuhi lumpur hingga licin dan membahayakan bagi pengendara roda dua.

Selain itu, juga pekerja tambang tersebut, diduga merampas tanah lahan kebun milik warga Dg. Lebang (80) tahun.

Di hadapan wrtawan media ini menyampaikan bahwa lahan kebun miliknya seluas 10 are ikut diolah menjadi tambang, oleh pemilik tambang H. Jarung yang tinggal di lingkungan sandi di kel. Pallantikan, kec. Pattallassang.

Selain itu dg. Lebang juga manyampaikan kalau seluruh pohon dan tanaman pisangnya juga dibabat habis begitupun tanah dan batunya habis digali samapi kedalaman kurang lebih 7 meteran hingga lahannya tersebut, tidak bisa lagi digunakan sebagai lahan produktif.

Dg. Lebang juga menambahkan, kalau lahannya di olah menjadi tambang tanpa sepengetahuannya. Mereka mengetahui dari salah seorang yang mberitahukannya, dg lebang mengatakan dirampas lahan kebun mkliknya oleh H. Jarung selaku pemilik izin tambang.

Kepala lingkungan Bantinoto2 Kelurahan Bontokadatto, H. Abdullah dg. Tonang membenarkan adanya tanah kebungnya warga atas nama dg lebang yang ikut diolah menjadi tambang, namun mereka berusaha memediasi kepemilik tambang, agar diberikan ganti rugi sesuai harga yang diinginkan warga yang dirugikan.

Sementara mantan Lurah Bontokadatto, Abd. Rajab yang dihubungi via ponselnya menyampaikan, bahwa cara mengelola tambang tersebut tidak sesui dengan izin yang dimilikinya.

Mantan Lurah mengatakan, bahwa sesuai rekomendasi selaku persyaratan untuk pengurusan izin tambang di provinsi hanya di olah menjadi lahan pemungkiman namun faktanya di lokasi tambang itu, digali sedalam 5 sampai dengan 7 meter.

Pemilik tambang, H. Jarung ketika berusaha ditemui oleh rekan Media di lokasi tambang pada Kamis, 30 Mei 2019, gagal dikonfirmasi, karena tidak ada di lokasi.

(Hamzar Siriwa).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *