Pedagang Kaki Lima Yang Dahulu Mencari Nafkah Diluar Pagar Depan Masjid Agung Takalar, Berangsur Hilang

  • Whatsapp

Kondisi pedagang kali lima saat ini

Takalar Topikterkini.id, Dua tahun sebelum-sebelumnya halaman depan luar pagar masjid agung takalar masih penuh dengan pedagang kaki lima mencari nafkah dengan menjajakan jualannya

Tetapi kemudian entah apa dipikirannya panitia masjid saat itu hingga melarang halaman depan luar masjid dijadikan tempat mencari sesuap nasi bagi masyarakat pedagang kaki lima

Sangat ironis karena dari dulu pedagang tau, pemerintah mendorong masyarakat berusaha agar bisa menafkai isteri/suami dan anak-anaknya semoga tidak lagi menggantungkan dirinya kepada pemerintah

Tetepi di takalar dibawah pemerintahan H.Syamsari Kitta 4 tahun berjalan justeru panitia masjid agung melarang halaman depan luar pagar masjid dijadikan tempat mencari nafkah

Kondisi pedagang kali lima saat depan islamicentre

Kemudian diberikan kesempatan berjaualan depan islamicentre samping kanan masjid
Tetapi celaka 13 bagi pedagang, tidak sampai ber-bulan-bulan lagi-lagi dilarang tetapi bukan lagi panitia masjid tetapi aparat pemerintah daerah (Satpol PP)

Saat itulah jumlah pedagang berangsur hilang karena disamping kiri islamicentre tempat yang disediakan saat dilarang di bagian depan, pembeli sudah sangat jauh berbeda hingga sampai jumat 26/02, pedagang kaki lima tinggal 5

Beberapa pedagang kaki lima jumat 26/02 kepada Topikterkini.id mengatakan bahwa mencari nafkah menjajakan jualan depan luar pagar masjid, tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, sehingga seharusnya panitia masjid bisa berbaik hati kembali memberikan kesempatan bagi pedagang untuk menjajakan jualannya depan luar pagar masjid

Lagi kata pedagang menggunakan halaman tersebut hanya satu kali seminggu dengan lama hanya sekitar 4 jam dari jam 10.00 sampai jam 14.00 sehingga panitia masjid atau yang lainnya bisa memahami dan memberikan toleransi akan kepentingan pedagang untuk menafkai keluarganya

Terlebih menjadikan halaman masjid kata pedagang sebagai tempat mencari nafkah adalah pada hakikatnya dapat dipastikan akan berpahala untuk pemerintah secara umum dan kepada panitia masjid secara khusus

Betapa tidak berhasil mengais rezeki untuk susuap nasi bagi isteri/suami dan nak-anak mereka bukanlah pahala yang sedikit, tetapi sebaliknya isteri/suami dan anak-anak mereka menderita karena tak mendapat uang, bagi yang menyebabkan akan mendapat balasan yang setimpal

Oleh karena itu para pedagang mengingatkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada dalam lingkaran/kategori melarang pedagang berjualan depan luar pagar masjid bahwa hidup ini hanya untuk sementara.

Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *