Pecat 2 Kadus dan 3 Staf Kantor Desa secara Sepihak, Kades Jipang Diduga Labrab Permendagri

  • Whatsapp

GOWA TOPIKTERKINI.ID – Terkadang orang yang merasa dirinya diberi kekuasaan, lupa diri dari segalanya sehingga berbangga diri tanpa pamrih pula, belagak sombong bertindak serta merta, tanpa mengenal norma dan etika kemanusiaan alias aturan yang diberlakukan.

Mungkin demikianlah sikap dan karakter jiwa kepemimpinan Kades Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kab. Gowa Sulsel, Arifuddin Kadir yang di pertontonkan di mata warga atau masyakarat desanya, sehingga dinilai terlalu angkuh dan sombong, berlaku semena mena tanpa mengindahkan aturan pemendagri memberhentikan lima orang perangkatnya.

Hal itu dapat tergambarkan dengan jelas, lantaran dia melakukan pemecatan dua Kadus dan tiga perangkat staf Kantornya, dan bahkan satu orang diantaranya diberhentikan hanya secara lisan, dan itupun secara lisannya hanya melalui Sekdesnya. Kata korban.

Dalam hal ini, diduga keras tidak sejalannya dengan permendagri nomor 83 tahun 2015 Jo. permendagri no 67 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa, khususnya pasal 5 ayat (1) ‘ (2) dan ( 3 ).

Sekaitan dengan itu, Sahabuddin Ra’uf’ SH selaku Ketua LBH GERAK INDONESIA Menilai, ada kekeliruan pada surat keputusan Kepala Desa Jipang no.18 tahun 2019 berlogo garuda, yang semestinya harus berlogo kabupaten Gowa.

Selanjutnya lebih dianggap sangat keliru lagi dan memalukan, karena seorang Kepala Desa diduga menciblak aturan, mengigat pada angka nomor urut 8 ditemukan peraturan yang di berlakukannya, peraturan daerah kabupaten Bojonegoro nomor 10 tahun 2016 tentang struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa yang diberlakukan dì kabupaten Gowa, oleh kepala Desa Jipang tersebut.

Surat pemberhentian Kepala Dusun Jipang,
Mengacu pada permendagri yang sebenarnya, Kades Jipang Diduga keras, telah melabrak alias tidak mengindahkan mekanisme aturan pemerintahan pusat, sebagaimana seharusnya mekanisme pemberhentian perangkat desa, berpedoman pada uu desa no 6 thn 2014 tentang Desa dan permendagri di atas.

Disisi lain berpendapat, bahwa jika seandainya Kades Jipang ingin membabat habis semua atau sejumlah prangkat/staf Desanya dengan indikasi karena bukan pendukungnya disaat area suasana pilkades, maka itupun masuk kategori kekeliruan dalam berdemokrasi.

Kenapa tidak? Sebagai perangkat Desa yang disinyalir masih setia mendukung Kades atasannya untuk kembali melaju ke jenjang priode selanjutnya, adalah bagian dari suatu bentuk hati nurani keloyalitasan, sebagaimana layaknya sosok bawahan ke atasannya.

Dan disitu pulalah menandakan, bahwa siapa saja yang terpilih sebagai pucuk pimpinan, maka otomatis itu pulalah yang menjadi atasan perangkat dan menjadi dukungannya untuk priode pemerintahan selanjutnya.

Kades Jipang, Arifuddin Kadir yang ditemui di kediamannya 18/01/2020 dikonfirmasi apa dasar alasan acuannya melakukan pemecatan terhadap ke dua Dusun dan 3 perangkat staf kantor lainnya, mereka mengatakan bahwa ia memberhentikan berdasarkan dengan aturan.

Dikatakannya kedua kepala dusun di hentikan karena satu diantaranya sudah tidak bersayrat sudah umur 60 tahun dan yang satunya lagi sudah pernah menganjukan surat pengunduran diri dan diakuinya sebelum melakukan pemberhentian kedua kadusnya dan tiga prangkatnya, sudah di koordinasikan lebih dulu oleh pak camat Daniyal Oppo, MM, M.Si

(Hamzar Siriwa).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *