Oknum Sekretaris Desa Salajo Kecamatan Bontonompo Selatan, Terkesan Arogan Sama Warganya

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Sekretaris Desa adalah merupakan pembantu Kepala Desa melaksanakan tugas Pemerintahan, pembangunan dan pelayanan

Namanya pembantu Kepala Desa seyogianya sehari-hari tampil terdepan menjadi contoh yang baik ditengah-masyarakatnya sendiri maupun dilingkungan sekitarnya

Bukan justeru sebaliknya, mempertontonkan kesombongan dan arogansinya kepada masyarakatnya

Seperti Sekretaris Desa Salajo Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Ibrahim Tompo, seharusnya berusaha menunjukkan sikap/sifat dan perbuatan yang dipuji serta yang dianggap mengayomi masyarakat

Namun yang nampak pada diri Ibrahim Tompo, justeru terjadi sebaliknya, sehari-hari sama seperti membuat masyarakatnya menangis menjerit

Sumber Topikterkini.id memberi contoh perlakuan Ibrahim Tompo yang tidak menyenangkan masyarakatnya adalah ketìka diminta membantu membuat Akta Warisan, bukannya secepatnya mengerjakan, melainkan bermacam-macam alasan hingga sama sekali permintaan masyarakat tidak dihiraukan

Contoh kongrik misalnya, Syamsiah dan Eka masing-masing Ahli waris Almarhum Sape bin Talebe warga Dusun Campagaya Desa Salajo Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan kepada Topikterkini.id 14/10 mengatakan bahwa pada hari kamis tanggal 27 Pebruari 2020 datang di Kantor Desa Salajo, mohon dibuatkan surat keterangan ahli waris terkait tanah warisannya yang terletak di Dusun Campagaya Desa Salajo, luas 420 meter, terdaftar dalam buku huruf C.96 Kampung Salajo no.28

Namun Setelah kedua perempuan menunjukkan letak tanahnya, menjadi kaget dan terheran-heran karena diatas tanah miliknya sudah berdiri 6 unit rumah panggung
Kedua perempuan mengaku tak seorangpun yang pernah mendatangi minta dipinjamkan atau diberikan tanah tempat tinggal
Dikatakan kedua perempuan bahwa 6 unit rumah panggung diatas tanah warisannya, masing-masing sudah punya SPPT, tetapi diluar pengetahuannya sebagai pemilik syah

Ironisnya kata Syamsiah dan Eka karena ketika dicari tau sebabnya sehingga tanah miliknya sudah dibangun rumah diataanya tanpa inzinnya sebagai pemilik syah, Sekretaris Desa bukannya menjawab layaknya pemerintah, melainkan bontakan dan caci maki kepada kedua perempuan seraya naik pitam disetai kata-kata kasar dan tabuh dikalangan suku bugis makassar bahkan meja depannya dipukulkan sekeras-kerasnya

Usut demi usut kedua perempuan pemilik tanah menduga bahwa penyebab 6 unit rumah di atas tanah milik Almarhum Sape bin Talebe karena ulah atau dibekingi oleh oknum Sekretaris Desa Salajo

Oleh karena tanah warisannya sudah dibangun rumah diatasnya tanpa sepenhetahuannya sehingga kedua korban akan melaporkan kepada Polisi

Sekretaris Desa Salajo, yang berusaha dikonfirmasi 3 wartawan media online Topikterkini.id 14/10 masing-masing ; Drs.Burhanuddin Nas, Muchtar Mahmu dan Nurdin Achmad, tidak berhasil, kantor desa sudah tutup, padahal waktu baru menujukkam pukul 11.00 Wita

Saat dihubungi via ponselnya, walau berdering lama, Ibrahim Tompo enggan menjawab. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *