Ngutang di KSP Pundi Neka Solusi, Beberapa Orang Guru Mengaku Sertifikasinya Dipotong Pihak Bank Sulselbar Cabang Takalar

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Di kota-kota besar pengusaha simpan pinjam, kerap kali terdengar menggunakan jasa penagihan, preman misalnya

Tetapi di takalar Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pundi Neka Solusi, bukan menggunakan jasa preman sebagai tenaga penagih melainkan beredar informasi memanfaatkan pihak Bank Sulselbar Cabang Takalar memotong sertifikasi guru di masing-masing rekeningnya kemudian disetor ke rekening Bank Sulselbar Caban Takalar An KSP Pundi Neka Solusi ke Rekening no.021-202-811444715-5

Akibatnya membuat sejumlah guru menjerit karena kerap kali semua sertifikasinya diambil Bank Sulselbar Cabang Takalar untuk kepentingan KSP Pundi Neka Solusi

Sejumlah guru mengaku punya surat kuasa pemotongan sertifikasi di Bank Sulselbar Cabang Takalar, tetapi bukan dibuat oleh guru, melainkan dibuatkan pihak KSP Pundi Neka Solusi kemudian diantarkan kemasing-masing guru dan didesak/dipaksakan memberikan tanda tangan

Oleh sumber Topikterkini.id mengatakan bahwa guru-guru bukan tidak mau membayar sehingga seyogianya pihak Bank tidak semestinya toleransi terhadap rayuan KSP Pundi Neka Solusi untuk melakukan pemotongan sertifikasinya

Aksi pemotongan sertifilasi tersebut khusus tahun 2020 oleh sejumlah guru merasa diteror pihak Bank karena tanpa persetujuannya, oleh karena itu sejumlah guru akan mempersoalkan kepada penegak hukum sebagai upaya memperjuangkan hak hazasinya

Betapa tidak kata sumber karena aturan perbankan, Bank Sulselbar bisa memotong sertifikasi hanya bagi guru yang punya kredit di Bank itu sendiri tetapi bagi guru atau ASN yang ngutannya diluar, pihak Bank tidak patut melakukan pemotongan sertifikasi tanpa persetujuan pemiliknya

Tetapi kenyataannya kata sejumlah guru pihak Bank Sulselbar Cabang Takala tetap melakukan pemotongan antara
Rp5jt-Rp6jt sertifikasi guru hingga akhir 2020 bahkan informasi yang diperoleh Topikterkini.id bahwa pemotongan sertifikasi guru akan tetap dilakukan Bank Sulselbar Cabang Takalar

Aksi pemotongan sertifikasi guru oleh banyak kalangan menilai sesuatu yang melanggar hak azasi manusia terlebih para guru bukan tidak mau membayar secara langsung

Guru mengaku dipotongkan sertifikasinya untuk membayar utangnya di koperasi pundi tetapi hanya batas waktu desember 2019 tetapi hingga satu tahun 2020 sertifikasinya tetap dipotong pihak Bank Sulselbar cabang takalar

Ironisnya kata guru-guru karena selama sertifikasinya dipotong tak pernah diberikan bukti sehingga tak tau jumlah utang yang belum terbayar

Pimpinan PT Bank Sulselbar Cabang Talalar, saat dikonfirmasi diruang kerjanya 18/03, Syahrul Upe, tak menyangkali, tetapi atas kerjasama dengan KSP Pundi Neka Solusi

Mereka tidak berani memotong tanpa surat kauasa guru-guru katanya lagi seraya menunjukkan sample surat kauasa an Kamaruddin

Tetapi bagi puluhan guru lainnya mengaku memberi kuasa hanya sampai desember 2019, sedangkan tahun 2020 sudah tidak memperpanjang surat kuasanya

Walau sejumlah guru mengaku masih diminta memperpanjang surat kuasanya tetapi semuanya keberatan, alasannya hak azasinya diberikan untuk membayar langsung kepada KSP Pundi Neka Solusi

Ketika Pimpinan PT Bank Sulselbar Cabang Takalar ditanya model kerjasamanya, ia mengaku sebatas membatu piutang KSP Pundi Neka Solusi untuk ditabung uangnya di Bank Sulselbar Cabang Takalar
Saat ditanya soal informasi bahwa pihak Bank Sulselbar Cabang Takalar mendapat jasa, Syahrul Upe mengelak seraya mengaku gajinya sudah cukup (Red)

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *