Menjadi Plt.Kepala Desa, Orientasi Achmad P, Sepertinya Lebih Dominan Mengeruk Keuntungan Pribadi Yang Lebih Besar

  • Whatsapp

 

TOPIKterkini.id. Jika program membeli sesuatu dengan merek berkwalitas tinggi, lalu kemudian wujudnya merek kwalitas rendah, maka patut dicurigai sebagai salah satu uapaya akal akalan untuk mengejar pedapatan pribadi yang lebih besar.

Seperti Plt.Kepala Desa Punaga Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, H.Achmad P seperti diberitakan media ini sebelumnya, membeli mobil anbulance merek Grand Max bukan merek daihatsu, sedangkan yang diprogramkan Kepala Desa yang lama adalah merek suzuki yang harganya labih besar dari merek Grans Max

Sumber TOPIKterkini menyebutkan bahwa dari Rp.600 juta Dana Desa yang ditinggalkan Kepala Desa yang lama diketahui penggunaannya hanya membeli mobil Ambulance merek Grand Max bukan Daihatsu dan kendaraan VIAR total harganya
Rp.220.000.000,- atau tertinggal
Rp.234.714.500 tak diketahui kemana raibnya, kuat dugaan dimanfaatkan Plt menjadi keuntungan pribadi

Plt.Kepala Desa Punaga, H.Achmad P yang dikonfirmasi TOPIKterkini jumat 02/08 mengakui Rp.600 juta Dana Desa yang ditinggalkan Kepala Desa lama tetapi itu merupakan silfa
namun bukan berarti menjadi keuntungan Plt.Kepala Desa, melainkan digunakan utuk pengadaan Ambulance merek Garnd Max sehararga Rp 198.000.000,- dan motor viar Rp 24.000.000,-
Rp.143.285.500,- katanya digunakan membayar gaji perangkat Desa dan
Rp.234.714.500,- saldonya kata Achmad, masih silfa sampat saat ini

Untuk membuktikan harga pembelian Ambulance, VIAR dan
Rp.200.374.500,-
yang dianggap masih di silfa, TOPIKterini akan melakukan penelusuran

H.Achmad mengatakan bahwa sebelum langkah itu ditempuah, lebih dahulu mengadakan rapat dengan para Kepala Dusun dan beberapa Tokoh Masyarakat bahkan mantan Kepala Desa, H. Haris Lili juga hadir dan disepakati membeli Ambulance bukan AFV karena uang tidak cukup
Rp. 200 juta

Menurut Achmad, adaji juga Ambulance merek jinggo harganya lebih murah tetapi yang dipilih merek Grend Max
Soal pengadaan mobil Ambulance kata Achmad, dalam RAB tidak menyebut merk

Bahkan Ahmad mengatakan, maunya lagi mantan Kepala Desa, tidak perlu dengan tandunya, kalau ada orang sakit cukup dengan tempat duduknya saja yang di lipat kebelakang, tetapi Achmad tetap membeli tandu karena namanya Ambulance idealnya puya tandu untuk orang sakit

Penulis : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *