Mengaku Tidak Pernah Melihat SK Kemensos Tentang Penempatan Korda Program BPNT, Kadis Sosial Gowa Dituding Berbohong

  • Whatsapp

TOPIKTERKINI.ID – GOWA | Persoalannya sumber mengatakan bahwa SK Kemensos tentang penempatan korda program BPNT kabupaten gowa, ditembuskan kepada dinas sosial provinsi dan dinas sosial kabupaten gowa sehingga kalau kepala dinas sosial kabupaten gowa mengaku tidak pernah melihat, berarti Syamsuddin Bidol berbohong

Seperti sebagian jawaban kepala dinas sosial kabupaten gowa saat dikonfirmasi Topikterkini.id via whatsApnya yang di beritakan sebelumnya oleh media ini, bahwa Syamsuddin Bidol mengaku, dalam pelaksanaan program sembako di kabupaten gowa tahun 2020, tidak ada korda yang secara nyata melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya dan sepanjang tahun 2020 katanya, dinas sosial gowa tidak pernah menerima informasi tertulis/surat mengenai penunjukan korda program sembako untuk kabupaten gowa dari direktorat PFM wilayah III Kemensos RI

Jawaban kepala dinas sosial dibantah keras sumber, menurutnya korda tidak melaksanakan tugasnya karena diambil alih kepala dinas dan diganti oleh Plt (FAJAR) yang diangkat kepala dinas sosial

Soal 10 kg beras, telur 1 rak dan 5 biji buah apel yang dibagikan kepada KPM setiap bulannya sebagai pengganti dari Rp200rb ketetapan kemensos , menurut Syamsuddin Bidol sudah sesuai mekanisme yang diatur dalam pedum dan kebijakan direktorat PFM wilayah III kemensos dan kebijakan tikor program sembako prov sulawesi selatan, padahal
nilai bantuan kalau dirupiahkan tidak sampai Rp150rb atau selisih lebih kurang Rp50rb dikali 60.000 KPM

Sumber mengaku korda yang diangkat kemensos pernah bersama isterinya
menghadap di ruangan kadis, tetapi bukan diterima dengan baik sepeti layaknya manusia, tetapi justeru disuguhi dengan kata-katai dengan bahasa yang tidak pantas keluar dari mulut seorang kadis seperti, (janganko langsung masuk-masuk di ruangan ini…ini bukan ruanganmu)

Kata-kata tersebut oleh sumber menilai kepala dinas lupa bahwa ruangan tersebut bukan milik siapa-siapa, hanya secara kebetulan dipercaya bupati Adnan Furihta Ichsan menempati mengemban tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk menebar kebohongan
Tak bisa dibayangkan buruknya pelayanan Syamsuddin Bidol kata sumber terukur dari saat korda via whatsApnya mau menemui kadis untuk koordinasi soal SK Kemensos tetapi tidak mendapat respon positif

Selain itu sumber mengaku bahwa dalam rapat di bulan januari 2020, kepala dinas sosial dengan entengnya mengatakan, sekalipun ada korda, kadis akan mengambil juga tindakan

Dan paling sadis kata sumber adalah kadis sudah diluar kewajaran,
melarang semua pendamping TKSK sembako untuk tidak berkoordinasi dengan korda dan juga memerintahkan menghapus nomor telfon korda sebagai alasan HPnya tak aktif lagi sehingga dia kadis menempatkan peksos menjadi Plt korda,

Penulis: Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *