Menetapkan Pelaku Yang Di Duga Terlibat Penggelapab Dana Desa Bontoloe Menjadi Tersangka, Terkendala Hasil Audit Inspektorat Belum Turun

  • Whatsapp

TOPIKTERKINI.ID – TAKALAR, Walau pihak Polres Takalar sudah lama minta hasil audit Inspektorat dugaan penggelapan Dana Desa Bontoloe melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar, namun sampai kini permintaan belum juga realisasi, sehingga yang di duga pelakunya belum bisa ditetapkan menjadi tersangka

Setelah kasus yang berpotensi mengakibatkan  ratusan juta kerugian keuangan negara diselidiki penegak hukum (Polres) sejak itu pula permintaan hasil audit inspektorat dilayangkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar, tetapi hasilnya sampai saat ini masih nihil

Walau proyek yang dianggarkan ratusan juta rupiah, oleh Plt.Kepala Desa saat itu, Syamsul Endang,  semuanya diketahui fiktif tetapi lebih kepada bukti kongret perlu hasil audit, paling tidak dari inspektorat

Saksi sudah dimintai keterangan termasuk mantan Camat Galesong, Syahriar yang diduga menikmati Dana Desa juga diperiksa oleh Penyidik Tipikor Polres Takalar.

Besaran Dana Desa yang diduga diselewengkan oleh oknum Kepala Desa, seperti beberapa kali diberitakan media ini adalah : Rp.50juta anggaran pembangunan gafura, Rp.50juta anggaran pembelian satu unit kendaraan viar, Rp.7.500.000,- anggaran pengadaan lima alat komunikasi (HT) dan Rp.3juta anggaran pembelian satu unit mesin potong rumput, total Rp.110.500.000,-

Sumber TOPIKTERKINI menyebutkan bahwa dari sekian program tersebut semuanya Fiktif
Sumber mengatakan bahwa selain itu juga Rp.74 juta Dana BUMNDES ikut raib
termasuk Rp.6juta yang dikebiri oknum Camat saat itu, Syajriar, totak kerugian Negara samadengan
Rp184.500.000,-

Kepala Unit Tindak Pidana Tipidkor
Polres Takalar, IPTU Noviarif mengatakan kasus dugaan korupsi dimaksud, saksi-saksi sudah diperiksa termasuk juga manta camat Galesong, Syahriar.

Status Syahriar ketika itu Camat Galesong sebagai tim verifikasi  pencairan Dana Desa

Namun Noviarif Arif mengatakan bahwa masih ada satu lagi data di butuhkan, dari pihak Inspektur Takalar yakni hasil audit terhadap kerugian negara.

“Pemeriksaan kita lakukan sesuai dengan prosedur formal, Polres ingin lebih cepat kasus ini selesai, tinggal menunggu balasan surat dari  Bupati Takalar, semoga hasil audit segera dikeluarkan, kata Nofi Arif, kamis 26/12

Lambatnya proses penetapan tersangka dugaan penggelapan Dana Desa, akibat lambatnya hasil audit diterima Polres

Untuk mendapatkan hasil audit tersebut, harus ada instruksi Bupati Takalar ke Inspektur, namun hingga saat ini rekomendasi tersebut belum di keluarkan, katanya lagi

Tim Auditor Inspektorat Wilayah Galesong, Drs.Parawangsa M.Si yang dikonfirmasi diruang kerjanya baru baru seperti diberitakan sebelumnya mengaku seperti itu temuan tim audit tetapi tidak tau seperti apa pengembalian kerugian keuangan negara, kecuali katanya dugaan korupsi ini sedang bergulir di Polres Takalar.

Kami tidak tau kerugian keuangan negara, apakah sudah dikemablika atau belum

Soal Rp.6 juta yang diduga diambil Syahriar, seingat Parawangsa sudah dikembaikan ke kas desa

Tetapi Plt.Kepala Desa Bontoloe pengganti Syamaul Endang bersama Sekretaris Desa Bontoloe, Dg Mangung dikonfirmasi via ponselnya baru baru ini , mengaku belum melihat bukti pengembalian ke kas desa (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *