Menagih Janji Kesepakatan Sungguh Berat dan Membosankan

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Menagih Janji kesepakatan di era pandemi covid 19 sungguh berat dan bisa membosankan baik penagih maupun yang di tagih seperti misal, Iklan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gowa.
Order iklan pelantikan seperti itu umumnya dilakukan kedekatan pribadi dengan mengkonfirmasikan via medium telfon dan WA tanpa ada keterangan penolakan kecuali berujar,”sudah ada mendahului,”dan itu harus jadi pertimbangan, tidak dilanjutkan menjadi iklan pelantikan.
Tarif pembiayaan yang tergolong iklan mini dan kedekatan pribadi, bukan ukuran formal sehingga lain yang tercatat dikwitansi, lain pula jumlah besaran yang terbayarkan kalaupun ada kocek recehan.

Misal contoh, Lurah Parangbanoa, HM.Idrus, memberikan sesuai selera dan seadanya Rp.30ribu sambil senyum, “tak ada uang yec,” terima saja apa adanya lain kali/waktu di tambah, ujarnya.

Apakah cuma di level Lingkungan dan Lurah/Kepala Desa(Kades) yang kering dan berat perputaran keuangan hingga level pejabat eselon II kurang lebih sama dengan dalih anggaran banyak tersedot dan teralihkan penanganan pandemi covid 19.
Umumnya mereka, konsumen, utamanya di posisi Jabatan Kepala Dinas, tidak ada porsi penganggarannya termasuk pembayaran koran, ketus Kadis Perumahan dan Permukiman Gowa, Abdullah Sirajuddin.
Paling tidak, Kadis lainnya yang masih bijak-arief dan bersahabat menyatakan, belum ada, sabar tak lagi lama, teman, harapnya mengajak, semoga.
Anwar/Omank (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *