Masyarakat Pendukung Calon Imam Lingkungan, Ricuh, Camat Polombangkeng Selatan, Kabur Mengambil Langkah 1000, Untung Bhabinkamtibmas dan Babinsa Standby ditempat

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Jika seorang camat harusnya menguasai segala macam jurus pengetahuan terutama ilmu pemerintahan
Sebab kalau tidak, sebagai pembantu bupati yang setiap hari tampil terdepan berhadapan dengan masyarakat, bisa saja bukan berdasarkan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku tetapi lebih dominan kepada perasaan

Seperti H.Edi Badang, camat polombangkeng selatan, oleh masyarakat menilai belum menguasai ilmu pemerintahan sehingga dalam menentukan calon imam, ia camat hanya berdasarkan perasaan, bukan berdasarkan ketentuan yang berlaku

Sebagaimana diberitakan beberapa kali media ini sebelumnya, ketika imam lingkungan makammu 1 kelurahan bulukunyi, To’ga Dg.Nuru wafat beberapa hari lalu, oleh camat membuka forum musyawarah pencalonan imam di masjid nurul Nurul Mutaqin pada 12/02

Kemudian beberapa warga setempat mengusulkan tiga calon masing-masing ; Muh.Ilyas Dg.Sialle diusulkan oleh beberapa warga, Moso Dg.Bonto diusulkan satu warga, sedangkan Moso Dg.Bonto berdua dengan putranya mengusulkan Abd.Haris Dg.Toro

Tetapi setelah camat ingin tau kesiapan masing-masing calon, Moso Dg.Bonto tidak bersedia menjadi calon, kecuali dirinya bersama putranya mengusulkan Abd.Haris
Namun setelah Abd.Haris diprotes karena yang bersangkutan masih sah sebagai ketua badan permusyawaratan desa (BPD) didesa lain, Moso Dg.Bonto bersama putranya keberatan sambil berkoar membubarkan musyawarah

Mirisnya karena camat ikut arus kepada pendukung ketua BPD, bukan menenangkan Moso Dg.Bonto dan berusaha memberikan pengertian bahwa Abd.Haris tidak dipebolehkan regulasi menjadi calon imam, kecuali mala menerima dengan alasan gaji BPD tidak seberapa dan mencontohkan dirinya sebagai camat belum cukup, kata warga menirukan pernyataan camat sebelum mengambil langkah 1000
Sangat ironis kata warga karena sehari sebelum musyawarah pencalonan imam, tepatnya pada kamis 11/02, seorang warga menemui camat diruang kerjanya dan setuju satu saja calon (tunggal) karena seorang bekerja di desa lain sebagai ketua BPD

Namun ke esokan harinya kata warga, ditempat musyawarah pencalonan, camat berubah pendirian entah mau disebut sebagai apa dengan menerima Abd.Haris Dg.Toro menjadi calon imam dengan alasan penghasilan imam itu tidak seberapa kecil.

Oleh karena camat membolehkan ketua BPD menjadi calon imam, maka masyarakat minta camat untuk menambah pengetahuan,
Maggarisi Saiyye

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *