Masyarakat Desa Katangka Bontonompo Gowa, Menduga Kepala Desanya Melakukan Korupsi Hingga Melapor ke Kejaksaan

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Kepemimpinan dua periode Nur Alam, di goyang dan di terpa prahara sebagai Kepala Desa(Kades) Katangka Kecamatan Bontonompo Kabuapete Gowa Sulawesi Selatan

Pasalnya Kades Katangka yang berkuasa periode ke dua ini, oleh masyarakat menilai melecehkan Peraturan Bupati (Perbup) Gowa tentang Pembayaran(pungutan) Pendataan/pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap(PTSL) di wilayahnya tahun ini, 2020.
Legalitas dan keabsahan Perbup Gowa, menurut masyarakat, hanya Rp.250.000 perpetak, tetapi dengan keserakahan Kepala Desa kemudian membengkak menjadi Rp.300.000/petak.

Bukan cuma itu ungkap warga dalam laporannya yang dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Sungguminasa Kabupaten Gowa yang ditembuskan Kejaksaaan Tinggi Sulsel, Inspektur Inspektorat Sulsel, Ketua DPRD Gowa, Camat Bontonompo dan Media Cetak dan Elektronik di Makasar dan di Gowa.

Desa Katangka yang hanya mendapat kuota PTSL 500 petak, ditambah menjadi 600 petak dengan mengukur lebih 2500 petak dengan pungutanpembayaran
Rp.300.000/petak.

Dalam laporannya masyarakat merinci kouta/jatah yang hanya 500 ditambah menjadi 600 petak, berikut pengukuran 2.500 petak berarti dana sertifikat terkumpul kurang lebih Rp.750.000.000 (tuju ratus lima puluh juta rupiah).

PTSL yang diperoleh Desa Katangka dengan jatah/kouta 500 petak atau 600 petak x Rp.250.000 sama dengan
Rp.125.000.000 atau Rp.150.000.000.

Dalam laporannya, masyarakat merinci uang yang dikumpulkan Kepala Desa Katangka adalah ; Rp.750.000.000-
Rp.125.000.000 sama dengan
Rp.625.000.000 atau sama dengan
Rp.600.000.000.

Saldo itu ungkapnya, belum dikembalikan sehingga banyak warga masyarakat menyatakan dan menilai Kades Katangka, melakukan tindak pidana korupsi.

Sejumlah Tokoh masyarakat yang mengetahui indikasi tindak pidana korupsi, menurutnya, meskipun dana itu dikembalikan tetap proses hukum jalan alias berlanjut lantaran sudah terlaporkan ke pihak berkompenten.

Bahkan katanya, pengembalian itu menjadi barang bukti semakin menguatkan laporan, ujanya.

Wartawan Media Cetak n Oneline Sahabuddin S, SH Daeng Nyampa dan Muchtar Naba yang melakukan konfirmasikan via Watssapp(WA) Kades Katangka, Nur Alam di malam Jum`at(19/11) sekitar jam 21.35 berdering lama, tidak merespon tetapi justeru memutus sambungannya

Penasaran mengetahui mau-tidaknya dikonfirmasi kelengkapan/menyempurnakan bahan berita, Muchtar Naba pun mengontak WA Kades Katangka di malam yang sama sekitar jam 21.58, namun lagi-lagi tidak menerima meskipun berdering lama (Muchtar Naba/Tetta Nyampa) (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *