Masih Pedagang Kaki Lima Yang Pernah Dihalaman Depan Luar Pagar Masjid Agung dan Islamicentre Takalar, Bukanlah Aktivitas Yang Menciderai Citra Pemerintahan H.Syamsari Kitta

  • Whatsapp

Kondisi pedagang kaki lima saat depan islamicentre, belum lagi saat depan luar pagar masjid, ramainya luar biasa

Takalar Topikterkini.id, Sehingga seharusnya oleh panitia masjid dan aparat pemerintah daerah tidak perlu melarang pedagang kaki lima menjajakan jualannya karena bukanlah aktivitas yang bisa menciderai citra pemerintahan tetapi justeru bagian dari upaya membantu meringankan beban pemerintah dari kesulitan nafkah masyarakatnya

Alasannya adalah pedagang kaki lima dalam menjajakan jualannya di halaman depan luar pagar masjid agung takalar sulawesi selatan, selain tidak memacetkan kendaraan pengguna jalan, juga pada halaman depan bagian dalam pagar masjid termasuk dua sisi kanan dan kiri untuk parkiran kendaraan jamaah masjid lebih dari cukup sehingga pemindahan pedagang kaki lima dihalaman luar pagar masjid agung ibarat tindakan yang tidak manusiawi

Selain parkiran cukup didalam pagar, juga diluar pagar halaman yang pernah menjadi tempat mencari nafkah para pedagang kaki lima, tidaklah mengganng kelancaran arus lali lintas

Namun sudah dua kali dipindahkan hingga kedalam samping kiri islamicentre takalar sulawesi selatan, membuat pedagang kaki lima kehilangan rezeki untuk membeli 1 atau 2 liter beras

Ketika masih dihalaman depan luar pagar masjid, kata pedagang kaki lima, jamaah masjidpun tidak mesti mengunjungi tempat penjualan membeli kebutuhannya sehingga rezekinya laris

Selain jamaah masjid, juga pengguna jalan dari makassar ke takalar jeneponto bantaeng bulukumba sinjai dan selayar atau sebaliknya dari selayar sinjai bulukumba bantaeng jeneponto takalar kemakassar biasanya mampir sejenak membeli kebutuhannya

Kondisi pedagang kaki lima saat ini

Saat masih depan islamicentre, kata pedagang kaki lima, rezekinya masih mendingan karena bukan saja masyarakat takalar atau jamaah masjid tetapi pengguna jalan lainnya sering mampir membeli kebutuhannya tetapi setelah dipindahkan yang kedua kalinya kedalam samping kiri islamicentre, setiap hari jumat menjajakan jualannya, rezekinya tidak sama lagi dengan dua tempat sebelumnya bahkan nyaris sudah hilang akibatnya pedagang kaki lima tinggal 5 orang

Persoalannya didua tempat penjualan sebelumnya masing-masing berdekatan dengan jalan raya sehingga bukan saja jamaah masjid yang biasa membeli kebutuhan juga pengguna jalan yang lalu lalang

Tetapi setelah nanti harus berhenti lama para pengguna jalan dari luar daerah, tidak lagi mampir membeli kebutuhannya
akibatnya para pedagang kaki lima tinggal gigit jari

Para pedagang kaki lima menilai aparat pemerintah kabupaten takalar yang berkompeten dalam hal ini dan panitia masjid pada zamannya tidak sudih melihat warga punya penghasilan dari penjaualannya didua tempat sebelumnya

Padahal sebagai aparat pembantu bupati dan khususnya pembantu dibidang keagamaan seyogianya bisa memahami jika seandainya berganti posisi, aparat pemerintah termasuk panitia masjid menjadi pedagang kaki lima kemudian mengalami hal serupa, pedagang kaki lima menanyakan rasanya gimana

Sampai pedagang kaki lima mengeluh kepada Topikterkini.id karena dalam pikirannya menjajakan jualan didua tempat depan masjid dan depan islamicentre bukanlah aktivitas yang menciderai citra pemerintahan, tidak sama seperti perbuatan tindak pidana korupsi selain menciderai citra pemerintahan juga merugikan keuangan negara sehingga memang harus diberikan sanksi.

Aparat berkompeten hingga dua kali berita tayang, belum berhasil dikonfirmasi

Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *