Masih Bantuan CSR Sapi Sudah Setahun Terlapor Di Polres Takalar

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKterkini.id – Niat baik Bank Sulselbar menyalurkan Dana CSR kepada masyarakat Takalar dalam bentuk pengadaan indukan sapi februari 2018, ternyata tidak diamalkan dengan baik.
Seperti beberapa kali diberitakan media ini bahwa niat baik tersebut kemudian disalahgunakan penerima.

Pertama, Yaysan Forum Informasi Komunikasi – Kelompok Swadaya Masyarakat (YFIK-KSM) yang dikendalikan Nurlindah Taco sebagai perwakilan Pemerintah Daerah, diketahui hanya membeli anak sapi yang harga dipasaran menurut pedagang ternak maksimal Rp4jt sampai Rp5jt

Padahal yang disepakati dengan pemberi dana adalah untuk indukan 40 ekor dengan harga a’ Rp8.500rb, selisih rata rata Rp4jt

Kedua, YFIK-KSM tidak melakukan pendataan awal petani yang wajar sehingga saat sapi didatankan dari Kabupaten Barru, tidak langsung ke petani, melainkan di dua tempat dipinggiran laut di Dusun Aengtowa Desa Aengtowa Kecamatan Galesong Utara

Ketiga, memberikan kepada dua kelompok tani ternak dadakan masing masing ; 35 ekor kepada kelompok tani Nusa Indah dibawa pimpinan Abd.Muin Dg.Nyikko di Dusun Pattekerang Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu disaksikan dua pendamping, Ahmad Jais dan Muhammad Husni S.Pt dan 5 ekor kepada kelompok tani ternak Assamaturu di bawa pimpinan, Nawir di Dusun Aengtowa Desa Aengtowa Kecamatan Galesong Utara disaksikan dua pendamping, Amiruddin Dg.Sitaba dan Muh.Husni S.Pt

Ke empat, sangat ironis karena tidak lama kemudian 40 ekor sapi sudah raib tak diketahui rimbanya
Sementara 4 dari 10 warga yang tercatat dalam berita acara penyerahan pengembangan sapi masing masing ; Dg.Liwang, Dg.Ropu, Dg.Ngemba dan Dg.Sutte kepada TOPIKterkini baru baru ini mengaku tulang sapi saja tidak kebagian, apalagi wujud sapa

Begitu juga tandatangan dalam berita acara keempatnya tidak mengakui tanda tangannya alias palsu, kecuali Mahasong Dg.Lau karena dia Kepala Dusun di Desa itu sehingga ia mengaku kebaguan 1 (satu) ekor tetapi tanda tangan yang tertera dalam berita acara juga tìdak mengakui.

Kasus ini yang lebih terang dari yang terang menurut informasi yang dihimpun TOPIKterkini diketahui sudah setahun terlapor di Polres Takalar, namun hingga 17/06/2019 Polres baru melakukan pemeriksaan saksi termasuk Ketua Kelompok tani dadakan, Abd.Muin Dg.Nyikko sudah diambil keterangannya tetapi setelah dijemput polisi karena yang bersangkutan tidak mematuhi undangan Penyidik

Semoga penyidik tetap pada pendiriannya untuk memberantas kejahatan, kita tunggu saja kata banyak masyarakat takalar

Penulis : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *