Malpraktek, Merupakan Musuh Besar Rumah Sakit Maryam Citra Medika

  • Whatsapp

 

Takalar TOPIKterkini.id. Rumah Sakit (RS) Maryam Citra Medika (MCM) Takalar Sulawesi Selatan yang di nahkodai dr.H.Rivai Ibrahim, selama hadir 1 tahun 8 bulan di bilangan Lingkungan Biringbalang Kelurahan Bajeng Kecamatan Pattallassang poros Makassar.
Selama itu juga berniatpun untuk melakukan malpraktek, tidak pernah terbetik dibenak, apalagi mau melakukan, karena malpraktek
adalah merupakan musuh besar baginya.
Demikian penjelasan Direktur Rumah Sakit Maryam Citra Medika, dr.H.Rivai Ibrahim saat melakukan Konferensi Pers 23/08 di Aula Rumah Sakit setempat
H.Rivai bersama Dewan Pembina, dr.Hj.Irmayani ingin masyarakat yakin bahwa kehadiran Rumah Sakit Maryam Citra Medika, adalah untuk membawa kesenangan masyarakat dalam arti kata akan memberikan pelayanan maksimal agar pasien dan keluarganya bisa tersenyum puas

Jauhkan pikiran negatif terhadap Rumah Sakit Maryam, seperti dituduhkan keluarga Patimah, saat besalin beberapa hari lalu bahwa dijadikan malpraktek, menurut H.Ravai dan Hj.Irmayani sangat jauh berbeda dengan kenyataan dan faktanya.

Betapa tidak katanya berdua, terhadap pasien atas nama Fatimah sudah diberikan pelayanan sesuai prosedur standar medis, mulai dari kedatangan hingga dilakukan rujukan pasien.
Bisa digambarkan betapa pedulinya menagemen Rumah Sakit kata H.Rivai, di Jakarta saja mendengar informasi terdapat pasien seperti Patimah ketika itu mau menerima penghargaan, masih menyempatkan diri berkoordinasi dengan Dewan Pembina untuk pelayanan di maksimalkan

Dihadapan sejumlah wartawan, keduanya mengataka bahwa walau sebaik apapun pelayanan yang diterapkan, iyapun sadar tidak semua masyarakat merasa terlayani dengan baik karena krakter manusian ber beda, ada yang bisa dan mau mengakui kebaikan orang tetapi ada juga sebaliknya berpikiran negatif tingking
Menjawab tuduhan keluarga Patimah, keduanyapun (H.Rivai dan Hj.Irmayani) mengaku bukan masalah baginya melainkan menjadi pemacu diri untuk lebih meningkatkan pelayanan yang bisa menyenangkan perasaan masyarakat

Melalui konferensi pers katanya lagi supaya apa yang dituduhkan, bisa terjawab habis semoga kedepan tidak terjadi pemberitaan yang sifatnya menjastis
Dementara, Dewan Pembina RS MCM, dr. Irmayani mengaku saat ini belum memiliki dokter ahli kebidanan tetapi bukan berarti pelayanan stop akan tetapi lebih dimaksimalkan sebagai upaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa Rumah Sakit Maryam lebih mengutamakan pelayanan sebagai upaya penyelamatan pasien dibuktikan Ibu Fatimah saat itu rujukan ke RS Ibnu Sina dipercepat untuk pelayanan dokter ahli, namun keluarga pasien menolak dibuktikan dengan pernyataan sehingga yang dilakukan pihak Rumah Sakit Maryam adalah upaya observasi pasien di UGD

Oleh karena terhadap pasien bersalin yang menderita robekan biasanya terjadi pendarahan sehingga untuk mendapat pelayanan yang lebih baik maka puhak Rumah Sakit Maryam merujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar

Penyebabnya pasien saat itu dirujuk ke Makassar karena di Rumah Sakit Maryam belum punya dokter spesialis kebidanan, sementara di Rumah Sakit H. Padjonga Dg.Ngalle saat itu waktu libur, sehingga dokternya tidak ada.
Upaya tersebut kala itu adalah merupakan bukti nyata tingginya kepedulian pihak Rumah Sakit Maryam sehingga sangat tidak beralasan tudingan malpraktek

Kesimpulannya penerapan pelayanan saat itu sudah memenuhi Standar Operasional Pelayanan (SOP) diperkuat dengan pihak RS Ibnu Sina setelah melihat administraisi pasien, membenarkan pelayanan RS Maryam sudah sesuai SOP

Penulis : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *