Mahmud Nombong Di Tuding Tidak Transparan Mengelola Dana Pengadaan Air Bersih

  • Whatsapp
DG. SITUJU

TAKALAR, TOPIKterkini.id – Pengelolaan air bersih di Desa Panyangkalang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, di sorot warga. Alasannya adalah karena pengelolanya, Mahmud Nombong dituding tak transparan.

Dana tagihan dan penyambungan baru pengadaan air bersih depan Masjid Dusun Pangkaje’ne Desa Pannyangkalang yang mengaliri ke tiga Dusun masing masing ; Dusun Pangkaje’ne, Dusun Panyangkalang dan Dusun Lure, oleh masyarakat selama ini menilai Mahmud Nombong tidak pernah mempertanggung jawabkan dana penagihan serta dana penyambungan baru.
Pada hal dana tagihannya mencapai jutaan rupiah, masyarakat khawatir lebih banyak diselewengkan.

Alasannya adalah akhir akhir ini air tidak lancar mengalir tapi tagihannya lancar dan juga biaya beban tetap di bayar lima ribu rupiah per bulan

Sebagai warga pelanggan air bersih meminta kepada Mahmud Nombong untuk mempertanggung jawabkan tagihan yang selama ini dia kumpulkan kepada semua anggota atau pelanggan supaya terang benderang karna pengadaan air bersih ini bersipat umum bantuan pemerintah daerah Kabupaten Takalar
Masih Bupati Ibrahim Rewa dan pengadaan air bersih ini bukan milik pribadi Mahmud Nombong

Terlebih saat inì sudah beredar informasi bahwa Mahmud Nombong akan menyerahkan pengadaan air bersih kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) melalui Pemerintah Desa

Mahmud Nombong

Oleh karena itu warga setempat, Daeng Situju mendesak Mahmud Nombong agar dana yang dikumpulkan selama ini untuk dipertanggung jawabkan sebelum dipindahkan penegelolaannya

Mahmud Nombong saat di komfirmasi di kediamannya 01/08 mengatakan, apanya dan kepada siapa saya mau bertanggung jawab karna pengadaan air bersih, bukan milik siapa tapi ini milik pribadinya

Dikatakan Mahmud bahwa pada waktu penyerahan dari istri almarhum Sofyan Daeng Nyento kepala desa yang lalu, dananya tidak ada, jadi pengelolaannya dimodali Mahmud, mulai dari meteran listriknya, termasuk mesin pompa semua dibeli sendiri
Alasannya mesinnya sudah rusak serta pembayaran tagihan listriknya bahkan meterannya sudah mau di putus tetapi dengan semuanya ditebus Mahmud, jadi kalau keuntungannya tidak salah jika Mahmud menggunakan mengganti uangnya
Kecuali sumur bor katanya adalah aset desa, jadi kalau memang Mahmud di mintai bertanggung jawab, oke okelah tetapi pengelola sebelum sebelum Mahmud seperti Suharto Sitiju dan Ida harus juga bikin pertanggung jawaban karna dia yang pertama kali mengelola air bersih
Mahmud Nombong mengaku sudah berkordinasi dengan Kepala Desa untuk menyerahkan pengelolaannya melalui Badan usaha Milik Desa (BUMDES), jelasnya saat di temui di kediamannya 1/08/2019

Kepala Desa Panyangkalang, Achmad Sabang yang di komfirmasi di kantornya kamis,1/8/2019
mengaku selaku Kepala Desa Pannyangkalang siap mengelola pengadaan air bersih ketika Mahmud Nombong menyerahkan kepadanya

Kalau air bersih di kelola BUMDES insya Allah akan lebih transparan. Alasannya adalah dananya jelas terlebih dikelola dengan lembaga yang berbadan hukum

Oleh karena itu Achmad Sabang minta kepada warga Desa untuk bersabar dulu, mudah mudahan rencana kita ini terlaksana semoga krisis air bersih di Desa Pannyangkalang bisa teratasi

Penulis : Muh. Rusli Ronrong
Editor : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *