Koorwil. UPTD Diknas Somba Opu, Bantah Disebut Terlibat Bisnis Barang Jasa dan Modul Menggaung Untuk Kepentingan Sekolah di Gowa

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Gonjang-ganjing pengadaan barang dan jasa (barjas) serta modul hampir tiap tahun jadi topik perbincangan kontroversial lantaran menguntungkan besar dari sejumlah jenis item yang di drop ke sekolah-sekolah tanpa memberikan kemerdekaan menangani dan mengelola langsung.

Sejumlah kepala sekolah di kabupaten gowa senada mengatakan bahwa penerimaan barjas dan modul mereka hanya menerima yang didatangkan dari siapa saja sebagai pelaku, penyalur dan penerbit.

Yang pasti katanya, dia (kepala sekolah) cuma memasukkan dan menyusun dalam bentuk rencana kebutuhan sekolah(RKS), diluar pengadaannya, kecuali barjas dan modul tiba kemudian di bayar lewat dana biaya operasional sekolah(bos).

Menggelitik, apakah pengadaan barjas, modul dan apalagi yang bersentuhan kepentingan sekolah dan anak didik mesti dipihak-ketigakan atau pihak lain?

Dan tidak bisa di urus, dikelola dan ditangani langsung sekolah masing masing? melainkan intervensi pihak lain yang cenderung mengeruk keuntungan besar?

Salah satu koorwil UPTD diknas somba opu, H.M.Yarisi, S.Pd, M.Pd yang di sebut- sebut terlibat dalam dugaan bisnis menggiurkan di lingkaran pendidikan dinas(Diknas) gowa terkait pengadaan barjas dan modul yang dibiayai dana bos mengaku tidak menerima sinyalemen persekongkolan yang diasumsikan bernuangsa bisnis.

Koorwil, HM Yaris Daeng Tammu mengatakan, keberadaan barjas dikantornya, bukan sebagai perpanjangan penyalur yang memperoleh fee alias jasa dari manapun.
Melainkan katanya hingga ada di kantornya lantaran penyalur membawa ke sekolah namun kepsek tak ada dan menitipkan di kantor, ujarnya di hari senin(3/4) sekitar jam 13. 30 di ruang kerjanya.

Sementara sekretaris dinas (Sekdis) pendidikan, Hj.Rike, ST yang dikonfirmasikan sekaitan pengadaan barjas dan modul yang menjadi lahan rebutan pebisnis mengurus dana BOS?.
menyebutkan, mereka yang buat,membutuhkan dan mengelola barjas dan modul sesuai rencana kerja sekolah(RKS) masing-masing sekolah.

Menurutnya, mustahil dia yang butuhkan dan berkepentingan lain orang atau yang memenuhi permintaannya, artinya tak ada intervensi dari siapa berkaitan kebutuhan di RKS dengan pengadaannya, semoga.(Anwar/Omank) – (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *