Kinerja Kepala Puskesmas Bulukunyi Dinilai Bobrok Termalas

  • Whatsapp

TAKALAR, Topikterkini.id – Terkait masalah pelayanan pasien yang kini dinilai tidak karuan alias dipandang Buruk, karena tidak diberikan pelayanan secara maksimal dan secara profesional sesuai harapan pemerintah dan masyarakat, maka kinerja Kepala Puskesmas Bulukunyi Kec. Polsel Kab. Takalar Sulsel, Wss. Musyawirah SKM, tertuai sorotan waga.

Warga setempat menyebutkan, bahw sejak Bu Musyawirah diangkat menjadi Ka.puskesmas Bulukunyi, pada bulan Juli 2018 silam, terkait pelayanan pasien, dinilai semakin memburuk, lantaran Kepala puskemas seringkali mogok masuk kerja, atau boleh dikata, hanya sekali seminggu berkantor di ruang kerjanya.

Sesuai informasi yang dihimpun oleh Media ini, bahwa kepala puskesmas, Musyawirah nampaknya hanya sekali seminggu masuk kerja, dan bahkan terkadang sama sekali tidak masuk kerja dalam waktu seminggu.

Seiring dengan itu berdasarkan hasil pantauan Media ini yang beberapa kali mendatangi di puskesmas Bulukunyi sampai keruangannya mengecek kebenaran kemalasan Bu Kapus, ternyata benar adanya kalau dia sering tidak masuk kerja.

Beberapa warga setempat mengatakan, tidak seharusnya kepala puskesmas mengabaikan tugas pokoknya malas masuk kerja, sebab sangat berimbas buruk terhadap para pasien, lantaran tindakan para petugas medisnya, dinilai kehilangan kebijkan komando dokter.

Contohkan saja seperti yang dikatakan para keluarga pasien, bahwa kadang pasien tidak seharusnya dirujuk, tetapi malah diberikan rujukan atau seharusnya pasien dirawat inap, malah di rujuknya, sehingga dikeluhkan warga.

Bukan hanya itu, tetapi juga beberapa pekan lalu air macet sehingga pelayanan poli gigi tidak jalan sampai berhari hari pasien yang ingin cabut gigi terpaksa pulang tidak dilayani karena air tidak mengalir.

Lanjut sumber menginfokan, bahwa Selama Bu Kapus, Musyawirah bertugas sebagai kepala puskesmas Bulukunyi ini, juga tidak pernah melaksanakan apel pagi dan siang sebagai bentuk akreditasi.

Begitupun pula rapat bagi pegawai bawahanya jarang sekali dilakukan sehingga dinilai tidak ada bentuk kedisplinan yang diberikan kepada pegawai bawahannya.

Berbagai pihak menyorot dan menanggapinya, bahwa tidak semestinya kepala puskesmas itu malas masuk jerja, tetapi seharusnya datang lebih awal pagi tepat waktu melaksanakan tugas pokoknya, yakni apel pagi sebagai bentuk kedisplinan terhadap bawahanya.

Lanjut sumber menuturkan bahwa kepala puskesmas Bulukunyi ini, juga jarang turun ke kemasyarakat memberikan sesoalisasi, tentang apa keluhan masyarakat berkaitan dengan kesehatan dan pelayanan di puskesmas yang dinakhodainya.

Juga salah satu kebobrokan yang disinyalir dilakukan oleh kepala puskesmas, karena salah satu tugas pokoknya yang nilai tidak maksimal dijalankannya, sebab kegiatan lintas sektor yang mempunyai anggaran 4 kali dalam satu tahun di laksanakan di kantor kecamatan, dengan mengundang para Tokoh masyarakat Lurah Camat dan dihadiri oleh orang Dinas Kesehatan.

Namun konon, kenyataannya kegiatan lintas sector tersebut, di tahun 2018 dilaksanakan hanya 1 kali saja, sehingga 3 kegiatan lainya disirot tajam, dananya diraib habis, dan kuat dugaan ada rekayasa LPJ, alias piktif.

Kepala Puskesmas Bulukunyi, Musyawirah Skm yang selalu ingin ditemui oleh rekan wartawan, selalu gagal karena tidak pernah hadir di ruang kerjanya dan ditelponpun namun takkunjung diangkatnya. Kamis, 20 Juni 2019.

(Hamzahr Sriwa).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *