Ketua DPRD Gowa Tak Tahu Menahu,- Alun-Alun Pedestrian Lapangan Syekh Yusuf Tidak Terasa di Rehab Lagi?

  • Whatsapp

Gowa Topikterkini.id, Tengah pandemi covid-19 yang tak jelas dan pasti kapan waktu berakhir dan berkesudahan jadi momok, mengungkung kebebasan melakukan aktivitas sosial bisnis tanpa batas jarak, berkerumun, bermasker dan bersih-bersih cuci tangan dan menelan beragam bantuan sosial(bansos) di balik itu proyek bermilyaran rupiah baru seumur jagung, belum dinikmati/dirasakan melalui pandangan warga masyarakat alias tidak terasa di rehab lagi
Seperti, Alun-Alun Pedestrian Lapangan Syekh Yusuf yang di bongkar-pasang tumbuhan rerumputan, kini tampak tanah liat coklat di sela-sela pedestrian.

Proyek lapangan Syekh Yusuf dan seputarnya yang menelan anggaran besar tiap tahun utamanya tahun anggaran 2020, belum diresmikan penggunaan dan penyerahan di satuan kerja pemerintahan daerah(SKPD) yang mengurus leading sektornya tiba-tiba area itu di bongkar-pasang kembali di bulan Pebruari 2021 tanpa jelas sumber dananya?Tengah pandemi covid-19 yang serba pembatasan bergerak, berkegiatan dan pengurangan anggaran diarahkan pembiayaan-operasional covid 19?.

Betapa tidak, sejumlah Jurnalis Media Cetak dan Oneline yang mempertanyakan kepada aspirator, anggota utamanya Ketua DPRD Gowa, H Rafiiuddin ketika ditemui wartawan dirumah jabatannya mengakau tak tahu-menahu kegiatan di seputar Lapangan Syekh Yusuf di area pedestrian.

Kegiatan di sekitar itu apapun namanya,baik itu pemeliharaan, maupun perbaikan atau rehab, anggota DPRD tak memperoleh informasi dari mana saja kecuali melihat karena di depan Kantor dan Anda selaku mitra kerja yang menemui di Rumah Jabatan(Rujab) di hari Rabu (17/2) sekitar jam 14.00.

Ketua DPRD Gowa didampingi, anggota DPRD, H.Abd.Salam Rani, menurutnya kegiatan yang belum tahu dan sampai informasi di DPRD akan mencari tahu siapa penanggungjawab kegiatan dan sumber dananya alias anggarannya, apakah tergolong pemeliharaan atau kegiatan yang masuk di tahun anggaran 2021? Ujanya.
Wahyudin dan Muh Arief menyebutkan, anggota DPRD sebagai pembahas penganggaran yang digunakan masing- masing SKPD dan bagian pengawasan seharusnya mengetahui yang terjadi di lapangan, terlebih kegiatan mega proyek itu di depan mata, di depan Kantor DPRD yang disebut Ketua, gedung.

Sementara warga masyarakat yang lalu-lalang di Jln Masjid Raya Sungguminasa, baik warga Gowa maupun warga daerah lain yang hanya melintas dan menyaksikan berujar, lagi-lagi seputar lapangan Syeikh Yusuf, bongkar-pasang dan spontan terlahir ungkapan,” apakah tak ada lokasi lain membangun kegiatan untuk kepentingan dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga masyarakat terlebih di era pandemi covid 19 yang sangat sulit dan susah peredaran keuangan, tuturnya pergi tanpa menyebutkan jati-dirinya, semoga.(Anwar/Omank).
Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *