Ketua BPD Desa Su’rulangi Diterima Jadi Calon Imam, Camat Polsel Dinilai Langgar Aturan

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID – Terkait proses pencalonan Imam Lingkungan Makammu 1 Kel. Bulukunyi, Kec. Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar, Sulsel, yang dipimpin langsung Camat Polsel, H. Edi Badan, nampak tertuai protes warga, karena menerima Ketua BPD Desa Su’rulangi sebagai calon imam Lingkungan Makammu 1

Pelaksanaan Pencalonan Imam Lingkungan Makammu 1 tersebut, digelar seusai shalat jamaah Juma’tan di msjid Nurul Mu’taqim, Lingkungan Makammu 1. Jum’at, 12/2/2021.

Pada proses pencalonan imam itu, warga setempat disuruh mengajukan 3 nama calon imam. Olehnya warga setempat masing-masing mengajukan calon yakni: Haris Dg Toro, Ilyas Dg Sialle dan M. Dg Bonto.

Ketiga calon tersebut diterima oleh pimpinan sidang musyawarah dalam hal ini camat Polsel, namun pada saat masing masing calon imam diminta berdiri untuk diminta kesediaannya untuk menjadi calon imam lingkungan, atas nama M. Dg Bonto tidak bersedia sehingga tinggal 2 orang yakni Haris Dg. Toro sama Ilyas dg sialle.

Namun diantara dua nama calon Imam yang ada itu, nampak ada salah satu warga setempat yakni Rizal dg Tutu, memprotes Haris dg. Toro yang di usulkan M dg Bonto, karena dianggap tidak bersyarat untuk diterima menjadi calon imam lingkungan sebab dia masih aktif mejabat selaku Ketua BPD di Desa Su’rulangi Kec. Polsel sampai sekarang.

Sekalipun warga protes Haris Dg Toro tidak layak jadi Imam, namun Camat selaku pimpinan sidang, malah justru menerima dengan alasan, tidak jadi masalah Ketua BPD merangkap jabatan menjadi imam. “Saya saja seorang camat tidak cukup dengan pekerjaan apa lagi kalau cuma imam lingkungan gajinya kecil tidak seberapa”. Katanya.

Menanggapi pernyataan camat H. Edi Badan membolehkan Haris Dg. Toro jadi calon Imam, maka sejumlah masyarakat setempat yang hadir diacara pencalonan tersebut menilai H. Edi Badan melanggar regulasi dan dianggap tidak paham dengan aturan, sebab di regulasi sudah jelas bahwa ketua dan anggota BPD dinyatakan tidak dibolehkan merangkap jabatan Desa atau perangkat desa atau Kelurahan.

Ketika itu S. Dg. Mali menyampaikan kepada Camat selaku pimpinan sidang, agar tidak usah dilakukan pemilihan dan langsung saja diangkat menjadi imam atas nama Ilyas dg sialle, karena menurutnya, tahun lalu sudah pernah pemilihan sementara Ilayas waktu itu urutan kedua suaranya dari almarhum imam terpilih T. dg. Nuru yang baru saja meninggal,

Usulan S. Dg mali tersebut diterima dan akan dipertimbangkan oleh camat, namun pendukung calon imam Haris dg toro M. Dg Bonto tidak menerima jika tidak dilakukan pemilihan dan pada akhirnya berteriak minta dihentikan dibatalkan pemilihan imam lingkungan sampai berujung ricuh nyaris bentrok, camat H. Edi Badang di atas mimbar tak berkutik bermuka pucat melihat perdebatan warga di depanya dan pada akhirnya pencalonan Imam dibatalkan dan masyarakat bubar.

Setelah warga keluar meninggalkan ruangan mesjid terlihat pendukung calon imam Haris dg toro atas nama lingka anak dari M. Dg. Bonto meneriaki pendukung calon imam Ilyas dg sialle hingga nyaris berkelahi.

Tidak lama kemudian, keluar bapaknya M. Dg. Bonto dengan emosi berntolak pinggang berteriak lantang menantang calong iman Ilyas dg sille hingga hampir terjadi pertumpahan darah, untung Bahbimkantimas dan Babinsa Kel. Bulukunyi hadir mengamankan, sehingga ketegangan dapat diredam dan didamaikan.

Hamzar Siriwa.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *