Kepala SD Su’rulangi, Sunat Gaji Guru Honorer, Korwil Masa Bodo’

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Gaji guru honorer SDN Su’rulangi Kecamatan Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan yang disunat Kepala Sekolahnya, Syamsiati, berbuntut panjang
Persoalannya, Sahriani yang merupakan korban Kepala Sekolah, melalui suaminya, Sabullah Dg.Sarro, mrasa terhina dengan perlakuan Kepala Sekolah, Syamsiati

Di Sekretarian PWI Kabupaten Takalar sabtu 29/08-2020, Hasbullah mengatakan bahwa tindakan Kepala Sekolah, Syamsiati mengambil gaji isterinya adalah tindakan sewenang-wenang dan tidak berprikemanusiaan

Bisa dibayangkan kalau Rp.2.300.000,- yang diambil Kepala Sekolah, sedangkan yang diberikan hanya Rp.500.000,-, oleh karena itu Sabullah merasa terhina sehingga rencananya ini melaporkan kepada yang berwajib.

Melalui isterinya, Sabullah mengatakan bahwa ketika isterinya bermaksud menarik gajinya di Bank Sulselbar Cabang Takalar, sang Kepala Sekolah, Syamsiati memilih bersama sehingga begitu habis melakukan penarikan, dari Rp.2.800.000,- Rp.Rp.2.300.000,- diambil Kepala Sekolah.

Dikatakan Sabullah bahwa jika seandainya hanya Rp.800.000,- yang diambil, ia mengaku tidak merasa terhina tetapi karena jauh lauh besar yang diambil dari yang diberikan sehingga ia merasa terhina
Sementara penghinaan katanya adalah bagian dari perbuatan melawan hukum, oleh karena itu Sabullah kembali mengatakan akan menyerahkan kepada aparat penegak hukum sebagai upaya proses pembelajaran kedepan semoga tidak ada lagi yang lainya melakukan hal serupa

Kepala SDN Su’rulangi, Syamsiati saat dikonfirmasi seperti diberitakan sebelumnya membantah mengabil gaji guru honor
Uang di rekening guru honorer katanya sengaja diselipkan kepada semua guru honorernya untuk digunakan membeli baju seragam Rp.1 juta membayar gaji  sekurity dan bujang Rp.1juta serta gaji guru sukarela Rp.300rb dan biaya-biaya lainnya.

Karena gaji bujang, sekurity dan honor Kepala Sekolah tidak ada lagi di aplikasi Dana BOS yang baru sekaligus Dana pendidikan gratis juga sudah ditiadakan sehingga uang tersebut ditaktisi ditransfer kerekening guru honorer yang terdaftar di DAPODIK
Tetapi itupun bukan keeinginan pribadi Kepala Sekolah melainkan perintah pihak Dinas Pendidikan melalui rapat jelas kepsek syamsianti.

Namun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Drs.Irwan yang dimintai sikapnya diruang kerjanya jumat 28/08-2020 mengaku tidak toleransi kepada siapa saja yang dengan sengaja melanggar ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku termasuk persoalan di SD Su’rulangi, Irwan tidak toleransi

Sedangkan Koordinator Pendidikan Wilayah Kecamatan Polombangkeng Selatan, Achmad Nyarrang yang dikonfirmasi via ponselnya 31/08-2020 mengaku tidak mencampuri urusan rumah tangga SD Su’rulangi, biarkan saja dia menyelesaikan urusannya

Seorang Koordinator Pendidikan seharusnya bisa bersikap melihat perlakuan yang merugikan orang lain, kata Sabullah, bukan justeru bermasa bodo’, karena bermasa bodo’, bisa saja dicurigai membangun kerjasama dengan Kepala Sekolah, (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *