Kepala SD Surulangi, Lagi-lagi Berulah, Karena Ulahnya, Speda Milik Siswinya, Nur Alisah Dicuri Orang

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Merasa ditempat nyaman sehingga Samsiati S.Pd lagi-lagi berulah.
Pertama kali berulah, setelah beberapa bulan menjadi Kepala SD Suru’langi Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kab. Takalar, Sul-Sel, dia diketahui mengambil gaji tenaga guru honor di sekolahnya jauh lebih besar ketimbang yang diberikan kepada gurunya seperti beberapa kali diberitakan media ini sebelumnya bahwa pada bulan agustus tahun ini, Sahriani sang guru honor ditemani Kepala Sekolahnya, Syamsiati menarik honornya di Bank Sulselbar Cabang Takalar

Sahriani melalui suaminya, Sabullah saat itu kepada Topikterkini.id mengatakan bahwa begitu isterinya keluar dari Bank, kemudian sang Kepala Sekolah, Syamsiati menghampirinya dan minta diberikan Rp.2.300.000,-, sisanya Rp.500rp diberikan kepada Sahriani

Kepala SDN Su’rulangi, Syamsiati saat dikonfirmasi Topikterkini.id saat itu seperti diberitakan sebelumnya, membantah mengabil gaji guru honor

Kecuali mengatakan bahwa uang di rekening guru honorer katanya sengaja diselipkan kepada semua guru honorernya untuk digunakan membeli baju seragam Rp.1 juta, membayar gaji  sekurity dan bujang Rp.1juta serta gaji guru sukarela Rp.300rb dan biaya-biaya lainnya.

Karena gaji bujang, sekurity dan honor Kepala Sekolah tidak ada lagi di aplikasi Dana BOS yang baru sekaligus Dana pendidikan gratis juga sudah ditiadakan sehingga uang tersebut ditaktisi ditransfer kerekening guru honorer yang terdaftar di DAPODIK
Tetapi itupun bukan keeinginan pribadi Kepala Sekolah melainkan perintah pihak Dinas Pendidikan melalui rapat, jelas kepsek syamsianti.

Walau empat guru honor yang diambil gajinya bersamaan saat itu, Syamsiati bebas dari sanksi sehingga kini kembali berulah layaknya kategori sudah kelewatan
Betapa tidak Samsiati hanya sebatas ditempatkan disekolah tersebut sebagai Kepala Sekolah, bukan diserahi tanah halaman dan gedung sekolah menjadi miliknya.

Tetapi kepada siswinya, Nuralisah kelas IV pmelalui ayahnya, Yopi pasangan Faridah kepada Topikterkini.id, 23/11 mengaku setiap hari dilarang keras oleh pihak sekolah memarkir sepedanya didalam halaman sekolah sehinga memilih memarkir diluar halaman sekolah tepatnya sebelah kanan sekolah di dalam rumah kosong milik Dg.Tompo

Namun keamanan sepedanya diparkir diluar halaman sekolah milik rakyat didak bertahan lama kemudian berubah menjadi kecelakaan, terbukti pada 21/11 ketika Nuralisah pulang dari sekolah tempat dia menimbah ilmu dan ingin mengambil sepedanya ternyata sudah raib dan tinggal tanah bekas tempat parkirnya sepedanya dipastikan sudah dicuri orang

Yopi dan Farida mengaku membelikan sepeda anaknya, Nuralisah bukan karena kelebihan uang belanja, melainkan jarak rumahnya dengan sekolah terbilang jauh sekitar 1 Km sehingga dia paksakan dengan harapa kelak dikemudian hari anaknya bisa berguna kepada bangsa dan negara terutama kepada kedua orang tuanya.

Oleh karena ulah Samsiati menganggap sekolah dan halamannya seakan warisannya hingga melarang Nuralisah, berdampak pada kecelakaan, sepeda yang dibeli dengan harga Rp.2 juta, kini sudah tak diketahui raibnya, sementara kehidupannya diluar dari cukup.

Persoalannya Yopi hanya bekerja sebagai tenaga honor pemadam kebakaran DAMKAR Takalar sedangkan isterinya hanya stab Desa.

Sedangkan Kepala Sekolah, Samsiati yang merupakan pendidik, ketika ditemui korban dirumahnya BTN Bajeng Kecamatan Pattallassang, lepas dari tanggung jawab atau mempertontonkan sifat layaknya bukan pendidik menonjolkan emosinya kepada korban, ucap korban.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *