Kepala SD, Layaknya Jadi Sapi Perahan, Selain Soal Ujian Semester Dibayar Tinggi, Juga buku USBN, Nyelonong Kesekolah Ibarat Teror

oleh -75 views

 

TOPIKTERKINI.ID – TAKALAR : Ketika Pembuatan soal ujian semester murid Sekola Dasar diambil alih Dinas Pendidikan setempat 10 tahun silam, kemudian ditunggu tunggu dikembalikan ke pihak sekolah. Tetapi apa hendak dikata, fakta dan kenyataannya hingga kini masih tetap dikuasai pihak Dinas yang dulu dinahkidai Darwis S.Pd, MM, sekarang mantan Kepala BKD, Rusdi Sennang

Sumber TOPIKTERKINI mengatakan bahwa mengelolah soal ujian semester adalah kegiatan yang membawa keberuntungan terlampau besar sehingga sulit dilepaskan pengelolanya

Walau pembuatannya tidak relevan dengan murid tetapi karena penghasilannya menggiurkan mencapai angka Milyaran rupiah setiap tahunnya, maka sekali lagi kata sumber, kebiasaan tersebut terasa sulit di lepaskan

Alasannya kata sumber adalah, kalau dilepaskan maka lepas juga angka Milyaran rupaih itu dan pasti menjadi beban fisikologis

Betapa tidak kata sumber karena keuntungan yang dikumpulkan selama ini sudah terbiasa bermanfaat ber mewah mewah
Ketika sumber menghitung angka yang harus disetor Kepala Sekolah untuk per siswa setiap menerima lembaran kertas soal ujian semester, sebelum sebelumnya untuk kelas 1 dan 2 hanya dikenakan tarif Rp.25.000, tetapi saat ini sudah dipukul rata dari kelas 1 sampai kelas 6 menjadi Rp.35.000,-

Angka yang sangat pantastis karena jika pembuatannya dilakukan pihak sekolah, biayanya maksimal Rp.10.000,- per siswa atau selisih Rp.25.000,-

Sementara jumlah SD di Takalar = 236 unit, dipukul rata saja 100 murid per SD, totalnya mencapai 23.600 siswa siswi
dikali Rp.25.000,- keuntungan mencapai Rp.590.000.000,- persemester tetapi 2 semester atau dikali 2 semester pendapatan pengelola semakin besar
Rp.590.000.000,- dikali 2 samadengan
Rp.1.180.000.000,-
Dengan demikian walau seandainya terjadi pemaksaan melepaskan pembuatan soal maka pasti tetap ada upaya untuk menangkal

Kalau hanya dengan kepala Sekolah kata sumber, maka pihak Dinas Pendidikan akan selamanya menikmati kebiasaan haram itu
Alasan sumber adalah rata rata Kepala Sekolah di Takalar pasrah pasrah saja nurut dengan keinginan atasannya karena kalau berani bicara apalagi protes maka sangsinya mutasi, untung untung lagi kalau bukan pulau tanakeke atau puntondo dan ko’mara jauh

Hanya saja sumber mengingatkan kepada pihak Dinas Pendidikan bahwa seharusnya jangan hanya berpikir mewah mewah untuk dunia karena dibalik dunia ini, ada akhirat sebagai tempat kekal untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang tidak boleh tidak dan pasti akan di peroleh balasannya, perbuatan baik, akan baik pula balasannya dan perbuatan buruk, akan buruk juga balasannya

Dikatakan sumber bahwa di didunia saja, disana sini banyak teman, tetapi toh dari dulu sampai sekarang sudah puluhan ASN bergantian menikmati Rumah Tahanan Negara, itu dengan perbuatan buruknya

Apalagi soal ujian semester murid SD yang sesungguhnya dikerjakan pihak sekolah tetapi karena pikiran buruk untuk memperkaya diri tanpa hak sehingga masih tetap dikerjakan pihak Dinas

Padahal beberapa pekan lalu ketika dikonfirmasi dirunag kerjanya Kepala Dinas Pendidikan, Rusdi Sennang S.Sos mengaku soal semester tidak lagi dekerja pihak Dinas pendidikan
Tetapi kenyataannya hingga akihir 2019, soal semester belum juga dikembalikan ke pihak sekolah, kata sumber

Dikatakan bahwa selain soal ujian semester ibarat Kepala Sekolah menjadi sapi perahan, juga menyusul buku USBN yang nyelonong ke sekolah sekolah ibaratnya sama dengan teror karena tanpa pesanan pihak sekolah

Padahal pemerintah saat ini kata sumber tidak lagi menghalalkan dana BOS digunakan membeli buku USBN

Pemerintah katanya sudah mengeluarkan peraturan melalui BSNP agar kisi kisi ujian bisa di download sendiri

Peraturan saat ini kata sumber lagi untuk pengadaan barang disekolah harus melalui ” SIPLAH ” Sistem Informasi Pengadaan Barang melalui sistem online

Sedangkan buku USBN tidak masuk di SIPLAH karena bukan termasuk buku wajib dan bukan buku pendamping

Soal ujian semester murid SD yang dibuat pihak Dinas Pendidikan kata sumber lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya bahkan cenderung mencelakai murid itu sendiri

Alasannya adalah, pertama, kertas yang digunakan hanya kertas premium ukuran kecil sehingga tulisannya kecil dan sulit dibaca
Selain itu juga materi soal tidak sesuai dengan mata pelajaran se hari hari sehingga mencelakai anak anak, (Red) bersambung

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *