Kepala Dusun Bulupo’rong, Dituding Seperti Layaknya Preman Jalanan Memaksakan Tanah Milik PATE Diserhkan Kepada HASNAH

  • Whatsapp

 

TOPIKTERKINI.ID – GOWA : Saiapapun dia jika dipercaya mengemban tuga Pemerintahan walau Kepala Dusun, seyogianya setiap hari tampil terdepan menjadi panutan yang baik, bukan justeru mempertontonkan sifat yang tidak terpuji seperti bertindak ala preman yang sering meresahkan warga dan memaksakan kehendak

Seperti DG.TEPU setelah di pilih oleh Kepala Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu menjadi Kepala Dusun Bulupo’rong, oleh masyarakat setempat berharap agar mau menempatkan sesuatu pada tempatnya, tetapi apa lajur, DG.TEPU kerap kali melangkah diluar kafasitasnya yang jauh bertentangan dengan fungsi dan wewenang sebagai seorang Pemerintah

Beberapa warga Desa Rappolemba 11 November 2019 mengatakan bahwa namanya Pemerintah walau ia Ketua RT atau Ketua RK terlebih Kepala Dusun seharusnya mampu memberikan rasa adil kepada warganya, bukan berusaha seperti layaknya preman jalanan melakukan perbuatan seenaknya saja untuk mengeruk keunrungan

Cerita tersebut bukan kata tanpa fakta, tetapi survei membuktikan ketidak jujuran DG.TEPU diketahui berawal dari sengketa tanah kebun antara lelaki PATE warga setempat sebagai tergugat dengan perempuan HASNAH, bukan DG.MATU sekampungnya sebagai penggugat kemudian dengan arogansinya memanfaatkan jabatannya sebagai Kepala Dusun bertindak Ala HAKIM menyerahkan tanah milik tergugat kepada penggugat
Padahal menurut DG.PATE bahwa tanah kebun tersebut terletak di Dusun Bulupo’rong Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, dalam buku rincik tertulis atas nama Djumasang Bin Bentjong, persil 39 DII kohir 145 C1, luas 0, 65 Ha (6.500 meter) bukan 7.500 meter
berbatas dengan :
Sebelau utara : tanah milik Dg Tompo
Sebelah timur : tanah milik Jumaali
Sebelah selatan : tanah mikik Nira
dan sebelah barat : tanah milik Subuh

dibeli dari DJUMASANG BIN BENTJONG sekitar tahun 1981 dan dikuasai sampai dipaksakan Kepala Dusun Bulupo’rong, DG.TEPU di berikan kepada HASNAH 5 bulan lalu

Walau DG.PATE mengakui tak punya bukti transaksi jual beli tetapi setelah harga 2 ekor sapi, satu petak sawah dan uang Rp.50.000,- ketika itu diserahkan kemudian bukti kepemilikan DJUAMASANG BIN BENTJONG berupa SURAT RINCIK diberikan kepadanya

Sebagai warga yang awam tak tau mau mengadu kemana kecuali hanya ngurung merenungi nasibnya akibat perbuatan Kepala Dusunnya sendiri akhirnya menemui TOPIKTERKINI menceritakan penderitaannya

Betapa tidak katanya karena HASNAH bukan ahli waris DJUMASANG melainkan ahli waris DG.BACO
Walau HASNAH sebagai ahli waris DJUMASANG karena tanah kebun sudah dibeli 38 tahun silam maka haknya secara hukum tidak ada lagi

Oleh karena itu sebagai upaya menghindari kesenjangan sosial dimasyarakat akibat tindakan kepala dusun, Dg.Pate memohon kepada Bupati Gowa melalui Kepala Desa Rappolemba dan Camat Tompobulu agar berkenan memberikan perhatian seperlunya

Kepala Dusun Bulupo’rong, Dg.Tepu yang dikonfirmasi via ponselnya 07 November 2019 pukul 03.00 mengaku ; kebun tersebut dikuasai Dg.Pate 38 tahun berturut turut tetapi sifatnya hanya sebatas memegang gadai, jadi setelah HASNAH berhasil menebus maka tanah kebun harus diserahkan kepadanya

Kepala Desa Rappolemba, Abd.Harim yang dimintai tanggapan TOPIKTERKINI dirumahnya 11 November 2019 mengaku sebagai sebuah kelalaian jika tanah dikuasai orang apalagi mencapai 38 tahun kemdian diserahkan kepada orang lain, kecuali sudah punya kekuatan hukum tetap
Namun DG.PATE belum juga melapor kepada Pemerintah Desa
Hamri juga mengakui kalau HASNAH bukan ahli waris DJUMASANG sebagai pemilik pertama tanah tersebut, bersambung

Penulis : Hamzarh Siriwa, Hasdar Sikki
Editor : Maggarisi Saiyye

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *