Kepala Dusun Bulupo’rong Bersama Hasnah Di Duga Rampas Tanah Warga? DG.PATE Akan Lapor Polisi

  • Whatsapp

 

TOPIKTERKINI.ID – GOWA : Jika harta berupa tanah dikuasai seseorang puluhan tahun, kemudian dirampas pemerintah setempat kemudian diberikan kepada orang lain tanpa melalui proses peradilan, maka wajar saja kalau yang menguasai selama ini, keberatan dan akan melaporkan ke polisi

Seperti DG.PATE (66) warga Dusun Bulupo’rong Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, saat ini bermaksud melapor kepada polisi.
Alasannya adalah seperti diberitakan sebelumnya, bahwa tanah kebun yang dibeli dari DJUNA Bin BENTJONG warga Dusun Bulueng Desa Rappoala semasa hidupnya tahun 1981, lima bulan lalu Kepala Dusun Bulupo’rong, DG.TEPU dituding merampas kemudian diserahkan kepada HASNAH

Kepada TOPIKTERKINI DG.PATE menceritakan bahwa sebelum tanahnya diduga dirampas Kepala Dusun, DG.TEPU, sempat berproses sengketa melalui Ketua RT dan Ketua RK setempat, tetapi pikiran kedua pemerintah terendah masih rasional sehingga tanah kebun sengketa tidak beralih dari tangan DG.PATE

Tetapi setelah sengketa berlanjut kepada Kepala Dusun Bulupo’rong, bukannya menguatkan cara pandang kedua aparat pemerintah terendah, melainkan terbalik antara langit dengan bumi, DG.TEPU seperti orang buta hati atau jauh lebih cerdas dua aparat pemerintah terendah
tersebut
Persoalannya adalah, tanah sengketa dikuasai DG.PATE 38 tahun berturut turut, di peroleh bukan karena hasil rampasan tetapi di beli, walau tidak dilengkapi Akta Jual Beli kala itu, tetapi setelah harga yang disepakati dibayar lunas, kemudian bukti kepemilikan DJUNA bin BENTJONG berupa surat rincik diserahkan kepadanya

Dalam surat rincik tersebut yang terbit tanggal 26 Januari 1980 ditandatangani Kepala Inspeksi Iuran Pembangunan Daerah (IPEDA) Ujung Pandang, SUWONDO seperti diberitakan sebelumnya tanah kebun tersebut terletak di Dusun Bulupo’rong Desa Rappolemba tertulis atas nama DJUNA bin BENTJONG persil 39 dII kohir 145 CI luas 0,65 ha, berbatas dengan :
Sebelah Utara : Tanah milik Dg Tompo
Sebelah Timur : Tanah milik Jumaali
Sebelah Selatan : Tanah mikik Nira
Sebelah Barat : Tanah milik Subuh

bukan tertulis atas nama DG.BACO, sedangkan HASNAH yang menguasai tanah kebun hasil dugaan rampasan Kepala Dusun Bulupo’rong adalah ahli waris DG.BACO

DG.PATE mengaku bukan saja tanah miliknya diduga dirampas tetapi juga 3 rol kawat dan 3 pohon nangka

Oleh karena itu DG.PATE bermaksud melaporkan dugaan perampasan ini kepada Polres Gowa

Kepala Dusun Bulupo’rong, DG.TEPU yang dikonfirmasi via ponselnya beberapa hari lalu mengakui tanah sengketa tersebut bukan lagi dikuasai 30 tahun tetapi 38 tahun tetapi hanya dipegang gadai DG.PATE sehingga setelah berhasil ditebus oleh HASNAH maka tanah kebun tersebut diserahkan kepadanya

Kepala Desa Rappolemba, Abd.Harim juga tidak sependapat kalau tanah dikuasai seseorang terlebih 38 tahun kemudian dirampas seseorang kemudian diserahkan kepada orang lain
Kepala Desa juga mengakui HASNAH katanya bukan ahli waris DJUNA bin BENTJONG, tetapi ahli waris DG.BACO

Hanya saja Kepala Desa Rappolemba dirumahnya baru baru ini terlihat takut sama Kepala Dusun Bulupo’rong memerintahkan mengembalikan tanah kebun kepada DG.PATE

Penulis : Maggarisi Saiyye

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *