Kelola 400 Juta Dana BUMDES, Ketua BUMDES Bontoaddopepe diduga Jadikan Usaha Pribadi

  • Whatsapp

TAKALAR, TOPIKTERKINI.ID—Sebanyak 400 juta dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang dikelola oleh Ketua Bumdes Bontokaddopepe Kec. Galesong Utara Kab. Takalar Sulsel, Arianto disorot warga setempat, diduga dana Bumdes dijadikan usaha pribadi dinikmati sekeluarga.

Sumber media ini meyebutkan, bahwa dana Bumdes sebesar 400.000 000 yang dikelola oleh Ketua Bumdes Desa Bontokaddopepe, nampaknya hanya dijadikan usaha usaha pribadi dalam bentuk usaha foto copy, simpan pinjam dan usaha pupuk.

Seperti Darmawati selaku Mitra Bumdes Desa Bontokaddopepe mengakui kalau dirinya juga sebagai mengelola dana Bundes, dengan cara sistem simpan pinjam.

“saya mengelola sebagian dana Bumdes untuk simpang pimjam selama dua tahun ini, ditahun 2017 sebesar 80.000.000 dana bumdes saya kelola, diakuinya telah menyetor hasil pendapatan ke Ketua Bumdes, Arianto sebanyak 8.000.000 dan pada tahun 2018 mengelola dana Bumdes bertambah menjadi 200.000.000 dan berhasil memasukan hasil 16 juta yang di setor ke Ketua Bumdes namun admitrasinya sementara di susun”. Katanya.

Sementara Sekretaris Desa Bontokaddopepe Abd. Asisi, S. Sos, yang ditemui di ruang kerjanya 18/2/2020 mengakui kalau dana Bumdes di desanya sebesar 400.000.000 yang dikelola oleh Ketua Bundes Arianto yang dikelola di bidang usaha pupuk, usaha simpan pinjam dan usaha foto copy, namun penghasilan yang dimasukkan sebagai laporan PADes pada tahun 2018 baru 900 ribu lebih dan untuk laporan PADes tahun 2019 belum disetor masih dalam tahap perampungan LPJ. terang Sekdes.

Berdasarkan dengan hasil pantauan wartawan media ini, ditemukan keterangan yang berbeda tentang laporan PADes yang disetor masuk di kas Desa sebagai pendapatan aset desa.

Darmawati sebagai mitra Bumdes di satu item usaha simpan pinjam yang dikelolanya mengaku memasukkan hasil 8.000.000 pada 2018 dan pada tahun 2019 memasukan lagi hasil sebesar 16.000.000 dengan total keseluruhan PADes Sebesar 24.000.000 itu dari satu unit usaha, belum unit usaha lainya.

Mengacu dari ungkapan Darmawati selaku mitra Bumdes, maka Patut diduga bahwa hasil dari dana Bumdes Desa Bontokaddopepe yang sebesar 400.000.000 itu yang harusnya dimasukan menjadi PADes, malah disinyalir sebahagian hasil diraib oleh Ketua Bumdes.

Selanjutnya Plt. Kepala Desa Bontokaddopepe Ismail, SE, mengakui juga kalau hasil dari Bumdes yang dikelola oleh Ketua Bumdesnya 900.000 Rupiah, namun di unit usaha Bumdes untuk pupuk, Ismail selaku Plt Desa tidak mengakuinya, adanya unit usaha Lapak bukan unit usaha pupuk jelasnya.

Menurutnya, pupuk itu sebabnyak 50 zat karung bantuan dana desa bukan dari usaha bumdes sementara keterangan yang disampaikan oleh sekdesnya pupuk itu adalah usaha bumdes.

Ketua bumdes, Arianto dihubungi Rabu 19/2/2020 di telpon berapa kali kali lewat ponselnya berdering tidak diangkat.

(Hamzar Siriwa)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *