Kejari Takalar, Tak Main-main dan Bukan Ngobral Gertak Sambal Untuk Memberantas Terduga Pelaku-pelaku Tindak Pidana Korupsi

  • Whatsapp

Takalar Topikterkini.id, Ketika Salahuddin SH mendapat amanah memimpin institusi penegak hukum (kejaksaan negeri takalar), ketika itu juga bemunculan suara sumbang  memprediksi tak semampu ini Salahuddin untuk memberantas terduga pelaku-pelaku tindak pidana korupsi

Tetapi setelah berbulan bekerja menggantikan Syafril, prediksi tak semampu ini Salahuddin akhirnya ditepis dengan fakta dan kenyataan bertindak tak main-main apalagi setengah-setengah terlebih lagi hanya mau ngobral gertak samal sebagai aparat penegak hukum

Memulai pelaksana pembangunan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) perusahaan daerah air minum (PDAM) kabupaten takalar yang dinilai merugikan keuangan negara Rp1,2 M, menyusul direktur utama, Jamaluddin Nombong, berikut mantan sekretaris bandan pengawas, Achmad Mangka, ketiganya dikerangkeng dalam tahanan jeruji besi polres takalar atas titipan kejaksaan negeri setempat

Dan menurut beberapa warga takalar bahwa yang diprediksi terlibat dalam kerugian keuangan negara ini, bukan hanya yang sudah dalam kerangkeng, tetapi masih ada yang lainnya misalnya bendahara dan ketua badan pengawas

Alasan warga tersebut adalah seperti diberitakan media ini beberapa hari terlewatkan bahwa andai ketua badan pengawas (sekda takalar,Arsyad) ketika itu tegas dan jujur melarang pelaksanaan pembangunan, maka dipastikan tidak akan terjadi kerugian keuangan negara

Demikian juga bendahara, Dewi Warsyidah, bukan berarti tak mengetahui kalau pelaksanaan pembangunan tak sesuai peraturan presiden untuk proyek diatas Rp200jt wajib ditender, tetapi juga tak pernah memberikan pertimbangan, keculai nurut dan toleransi semua permintaan anggaran pembelanjaan material untuk pembangunan itu

Dan yang terjadi adalah justeru keduanya dituding hanyut dalam permainan dugaan kongkalikong hingga memilih diam walau sesungguhnya pelanggaran pelaksanaan pembangunan lebih terang dari sinar mata hari disiang bolong tak ada proses lelang

Melihat sepak terjang mantan kepala seksi pidana khusus kejaksaan negeri mamuju kota kemudian oleh beberapa warga takalar mengatakan idealnya memang seperti itu, seorang penegak hukum yang baik dan jujur adalah tak membiarkan pelanggaran hukum lewat begitu saja kecuali diseret ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya

Hanya saja segelintir warga takalar mengatakan bahwa kerap kali melihat tak semua penegak hukum mampu menjerat pelaku-palaku tindak pidana korupsi walau kejadian sudah depan matanya

Oleh karena itu kehadiran Salahuddin di takalar sangatlah tepat karena diketahui selama ini instansi pemerintah daerah  takalar banyak dihuni pelaku-pelaku tindak pidana korupsi, belum bebas tahanan yang satunya, muncul lagi yang lainnya secara bergantian

Kejari takalar via kepala seksi pidana khusus, Suwarni Wahab, setiap kali dikonfirmasi wartawan, setiap kali juga mengatakan tak main-main untuk memberantas tindak pidana korupsi siapapun orangnya
Untuk kasus ini mengaku tidak tertutup kemungkinan masih ada yang lain akan menyusul

Dengan ketegasan Salahuddin, semoga abadi dan terduga pelaku korupsi di instansi lain bisa disamakan dengan yang sudah dikerangkeng untuk bisa menjadi sebuah proses pembelajaran bagi yang lainnya sehingga  kedepannya tidak ada lagi pelaku-pelaku korupsi

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *